Senin, 15 Juli 2013

FF "Promise to Believe!"

Author: ShinSparks
Cast: Super Junior's 13 members and Prince manager.
Genre: Sad, Brothership.
Disclaimer: Alur cerita murni pemikiran saya. Seluruh pemeran adalah milik keluarga masing-masing. Maaf jika ada kesamaan alur, karna ini adalah imajinasi saja. Copast? Mohon izin dan beri nama authornya.





Promise to Believe! Setiap awal pertemuan, pasti ada sebuah akhir yang disebut perpisahan. Sama halnya dengan sebuah kepercayaan dan janji. Percaya jika akan di pertemukan kembali, dan janji... Janji untuk tidak berpisah lagi.


*****


"Hankyung-ah! Apa maksudmu?" Leeteuk menggeram dengan wajah murka pada seorang pria tampan berdarah Chinese di hadapannya.


Hankyung tersenyum. Mungkin, bagi Leeteuk, senyumannya begitu memuakkan. Namun di sisi lain, senyuman ini adalah yang terakhir. "Leeteuk hyung, maafkan aku."


Yesung yang ada di samping Hankyung itu mulai merunduk dalam, tidak berani tuk sekedar menatap mata sang leader. Sejujurnya, Yesung sudah tahu. Hankyung telah mengatakan hal itu pada dirinya setelah promosi Sorry Sorry. Namun begitulah, Hankyung menyuruhnya diam.


"Kau..."


"Aku sudah mengirim fax-nya kepada Sajangnim kemarin," sela Hankyung sebelum Leeteuk melanjutkan perkataan yang mampu merobohkan pertahanannya. Air mata itu memburamkan mata Leeteuk, sesegera mungkin ia beranjak berdiri di samping Hankyung dan memeluknya. Jatuhlah air mata mereka.


"Kau jahat sekali, huh!" kata Leeteuk terisak pelan. Hankyung menangis, namun ia tetap tersenyum pada beberapa dongsaeng yang ada di hadapannya.


"Apa alasanmu untuk pergi?" Heechul datang dengan mata memerah dan wajah dingin dari arah kamarnya. Hankyung mendongak. Seketika, hatinya terasa tergores saat Heechul menitikkan air mata.


"Hyung.." gumam Hankyung bergetar.


"Jangan sok formal! Cepat, JAWAB!" teriak Heechul kalut. Kyuhyun yang sudah terisak itu mencoba menenangkan Heechul, namun segera Heechul hentakkan tangan Kyuhyun yang memegang bahunya.


Leeteuk mengeratkan pelukkannya pada Hankyung sembari terisak pilu. "Aku memang tidak berguna. Tidak semestinya, aku menjadi pemimpin bagi kalian. Aku cengeng, aku lemah, dan aku bodoh. Aku tidak dapat melakukan hal yang mampu... mampu membuat Super Junior... hiks..." Leeteuk tak sanggup meneruskan perkataannya.


"Aku hengkang dari Super Junior, karena... Eomma. Ibuku, aku merindukannya. Aku tidak merasa tenang berada jauh dari jangkauan beliau," Hankyung terisak, kemudian melepaskan pelukan Leeteuk. "Leader Teukie~ aku mengagumimu."


"Maafkan aku," gumam Yesung pelan.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan, Yesung-ah. Kau memang tempat curahan hatiku yang setia. Terimakasih." jawab Hankyung membungkuk pada Yesung yang merunduk di sofa.


"Apa ini karena, aku?" sahut Kyuhyun menunjuk dirinya. "Semenjak aku hadir menjadi bagian dari Super Junior, selalu ada masalah. Aku memang tidak pantas menjadi bagian dari Super Junior!" lanjut Kyuhyun.


Hankyung menggeleng cepat, berusaha menyanggah pernyataan Kyuhyun yang terlalu menohok hati, "Aniya. Kau tidak pantas mengatakan hal itu, Kyuhyun-ah. Aku sudah memikirkan hal ini dari dulu, dari jaman Super Junior05 pra-debut."


"Jangan tinggalkan kami, hyung." sahut Donghae terisak.


"Hankyung-ah, kau mendapatkan balasan dari Sajangnim." sahut Prince manager menyerahkan map kuning pada Hankyung. Hankyung menerimanya, lalu membaca surat balasan itu.


"Aku sudah resmi, hengkang dari SM entertaimen dan Super Junior. Aku, Tan Hangeng. Bukan lagi, Super Junior Hankyung."



*****


"Hyung, aku lelah." Ryeowook mengusap peluh dengan handuk kecilnya.

Empat jam berlatih dance memang menguras tenaga sepuluh pemuda tampan ini. Ryeowook menyahut botol mineral dan meminumnya dengan sekali tegak. Sungmin, Shindong, Eunhyuk dan Ryeowook membaringkan tubuh mereka dilantai. Mereka menatap langit-langit ruangan dengan tatapan menerawang.


"Hummm... Beberapa bulan sesudah hengkang Hankyung hyung dari SuJu, SuJu terasa sepi, ne? Apalagi setelah Kangin hyung terkena kecelakaan beruntun dan memasuki wamil. Huhhh... Setelah ini, siapa, ne?" kata Sungmin menerawang jauh.


"Yak! Tidak boleh berkata seperti itu!" sahut Shindong kesal.


Eunhyuk memejamkan mata sejenak sambil mengatur napas, "Kibum... Kemana dia?"


"Kibum kan sedang syuting drama baru, hyung." jawab Ryeowook pelan.


"Yak! Maknae!" seru Shindong memanggil Kyuhyun yang tengah berkencan dengan PSP putihnya.


Kyuhyun mendengus kesal dan beranjak menghampiri Shindong dengan wajah kusut. Bagaimana pun juga, Shindong telah merusak acara pentingnya.


"Kyunie-ya, ayo setelah ini kita pergi mencari makanan. Lalu kita pergi ke games center!" ajak Shindong berbinar.


Kyuhyun mendelik berbinar pada Shindong ketika ia menyantumkan games center pada perkataannya. Kyuhyun mengangguk-anggukan kepalanya dengan semangat, kemudian berlari mengganti baju.


"Ah, kalian ini.. Terlalu memanjakannya." komentar Eunhyuk mencibir.


"Kalian?" gumam Shindong heran.


"NE! Hyung, dan Sungmin hyung!" sahut Ryeowook kesal.


"Tidak apa-apa, lagi pula, dia itu maknae yang manis," jawab Sungmin, di amini oleh Shindong.


"Ah, aku merindukannya.." gumam Heechul sembari duduk di samping Ryeowook.


"Siapa, hyung?" tanya Ryeowook penasaran.


Eunhyuk membuka matanya dan menatap Heechul, "Aku tahu.. tidak usah menyebutnya lagi, hyung."


Klek!


Pintu terbuka. Dua pemuda tampan itu memasuki ruang latihan Super Junior dengan wajah sulit diartikan. Prince manager berjalan mendekati Leeteuk yang tengah mengobrol bersama Kyuhyun, Siwon dan Donghae, diekori oleh Kibum.


"Cah, lihat! Kibum terlihat lucu! Seperti anak yang membuntuti ayahnya. Hahaha." ujar Heechul disambut gelak tawa member lainnya.


Prince manager mengatakan sesuatu pada Leeteuk, Siwon, Donghae, dan Kyuhyun. Anehnya, wajah keempat member SuJu itu menegang ketika mendengarnya dan Kibum hanya memasang wajah takut. Beberapa member yang memang tidak mendengarnya itu heran. Yesung yang baru keluar dari toilet itu menghampiri Leeteuk, kemudian mimik wajahnya juga menjadi tegang dan ia menangis.


"Ada baiknya, kita menghampiri mereka.." saran Sungmin, beranjak mendekati Prince manager dan di ikuti lainnya.


"Maafkan aku, hyung," ujar Kibum memeluk Leeteuk.


"Ada apa..?"


"Kibum hyung... hiks.. Dia resmi, vacum dari Super Junior, hyung." jawab Kyuhyun terisak dipelukan Siwon.


"Kau!" Heechul mengepalkan tangannya dan bersiap memukul wajah Kibum, namun segera dicegah Shindong.


"Aku vacum. Aku sudah meminta izin pada Lee Sajangnim. Aku vacum untuk mengejar cita-citaku menjadi Aktor handal seperti Siwonnie hyung." jelas Kibum menahan air matanya. "Aku juga tidak akan ikut berpatisipasi di album Mr. Simple karna aku akan benar-benar vacum, bukan absen lagi." lanjut Kibum.


Seluruh member Super Junior pun beranjak memeluk Kibum dan Prince manager hanya bisa menatap artisnya dengan senyuman miris. "Kibummie.."



*****


Sinar cahaya blitz kamera mulai menyelimuti ruang presscon Super Show 5 Jakarta. Delapan pemuda tampan itu nampak memasuki ruangan itu dengan blazer warna hitam dan emas.


"Urineun.. Syupeo Junioe-YO!" Delapan pemuda itu menjulurkan telapak tangan kanan mereka menghadap kamera, kemudian mereka di persilakan duduk. Blitz kamera kembali memenuhi ruangan tersebut. Kemudian, seorang gadis tampak berdiri disamping panggung sambil membawa sebuah tablet.


"Super Junior, bagaimana perasaan kalian mengenai SuperShow Indonesia ini?"


"Aku merindukan Indonesia. Sangat. Terlebih lagi, Siwonnie sudah berulang kali mengatakan padaku agar kami segera bersiap untuk konser Indonesia. Kekekke.." jawab Eunhyuk menatap Siwon yang sedari tadi tersenyum.


"Eum, bagaimana dengan SuperShow tahun ini? Apa konsepnya?"


"SuperShow tahun ini, sangat menakjubkan. Baru kali ini, kami bisa menyelenggarakan konser tunggal di Amerika Latin. It's so amazing. Dan, tentang konsep.. Tahun ini berbeda. Karena kami sudah agak sedikit tua kkk kami memilih konsep yang lebih dewasa." sahut Siwon sambil melirik Kangin dan Kyuhyun.


"Ah, tetapi walaupun kami tua, kami tetap imut. Tenang saja." timpal Kangin dengan serius, namun ia hanya bercanda. Semua orang pun tertawa atas respon yang diberikan oleh Kangin.


"Dan, kali ini, Super Junior hanya hadir dengan delapan personil. Bagaimana tanggapan kalian?"


Shindong berdeham dan tersenyum simpul sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan. "Saya pribadi, kecewa dan sedih. Biasanya, Leeteuk hyung-lah yang mengatur kami. Namun kami juga sadar, jika hyung juga harus pergi walau hanya sementara. Heechul hyung yang masih berada di militer dan Yesung hyung yang baru saja masuk militer Mei kemarin. Tentang Kibum ... ia masih vacum dari Super Junior."


"Dan tentang salah satu member yang hengkang, kami berharap, ia segera kumpul bersama kami kembali. Ber-tigabelas." sambung Sungmin tersenyum semanis mungkin, dan berusaha menutupi kesedihannya.


"Ah, apa kalian sudah lost contact dengan Hangeng?"


Semua member SuJu terdiam! Apa? Apa yang harus mereka katakan? Eunhyuk tersenyum pada wartawan tersebut. "Ya, kami sudah lost contact dengannya. Walaupun begitu, kami masih sering melihatnya melalui media di China."


"Berita yang ku dengar, Kim Ki Bum juga akan hengkang?"


"Aniya! Kim Kibum adalah Super Junior member. Kami tetap ber-tigabelas. Kami yakin, setelah Super Junior pensiun, kami ber-tigabelas akan kembali lagi di sebuah panggung yang sama. Kami akan bersama. Kami percaya, jika kami akan kembali lagi. Kami berjanji dengan hal itu. Karena Super Junior, akan selalu tigabelas." Kyuhyun yang sedari tadi mengeluh sakit, akhirnya turut berbicara.


Semua member SuJu kembali terdiam, namun kali ini, sambil menatap sang maknae. Riuh tepuk tangan pun terdengar di ruangan bernuansa biru ini. Donghae sudah menangis di bahu Eunhyuk. Semua member SuJu pun beranjak memeluk Kyuhyun dengan erat.


Di sisi lain. Seorang pria tampan dengan rambut berwarna silver itu memandang haru pada layar laptopnya. Keluarga. Rindu. Pria itu menitikan air matanya, ia merindukan saat dimana ia tengah bermain bersama dua hyung-nya dan sepuluh dongsaeng-nya. "Aku berjanji, aku akan kembali pada kalian. Aku... Super Junior Hankyung."





END

Garing banget masa-____-"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar