Author : Setan baik.
Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Jaejoong, Choi Sooyoung.
Genre : Angst.
Rating : 15+
This original story by @Intaan905 ^^
*****
Hening! Tidak ada siapapun di ruangan yang Hiu hwi tempati. Hiu hwi masih tak bergeming di tempatnya, kemudian suara ketukan pintu itu membuatnya berjengit. Buru-buru Hiu hwi beranjak membuka pintu, pemuda itu sudah rapi dengan kaos hitam dan jeans. Hiu hwi memasang wajah panik sambil menunjuk cermin ketakutan.
"Tuan! A-aku melihat darah.."
"Hiu hwi-ssi, kau bicara apa?" tanya pemuda itu heran seusai melihat cermin yang di tunjuk oleh Hiu hwi yang katanya, ada darah. "Tidak ada darah, Hiu hwi-ssi. Mungkin kau terlalu lelah, mengingat perjalanan panjangmu tadi." lanjut pemuda itu santai.
"Aku serius, Tuan!" Hiu hwi merengek manja pada pemuda itu, kemudian pemuda itu menggiring Hiu hwi duduk di ranjang.
"YA!" Hiu hwi memeluk pemuda di sampingnya dengan ketakutan, ketika seekor anjing besar berwarna hitam muncul dari balik daun pintu. Pemuda itu terdiam! Detak jantungnya mendadak berdegub lebih kencang dari biasanya. Kulit putih pucatnya mendadak meremang karena bersentuhan dengan kulit putih yang lembut milik Hiu hwi.
"Kumohon, jangan mengganggunya." gumam pemuda itu nyaris tak terdengar oleh Hiu hwi. Sejujurnya, pemuda ini tahu, jika ada darah di cermin tersebut. Pemuda itu menghela napas lega ketika darah pada cermin itu sudah tidak ada.
Pemuda itu merasakan jika pelukan Hiu hwi pada pinggangnya itu merenggang, "Hiu hwi-ssi? Apa kau baik-baik saja?" tanya pemuda itu pelan.
"Ah, ternyata dia tertidur.." Pemuda itu beranjak merebahkan Hiu hwi di ranjang dan menyelimutinya. Ia belum beranjak dari tempatnya, ia masih sibuk memperhatikan wajah ayu milik Hiu hwi dengan seksama.
Pemuda itu pun beranjak melangkahkan kaki keluar bersama anjing kesayangannya, sebelum pemuda itu benar-benar hilang dari balik pintu, ia mengatakan sesuatu pada Hiu hwi. "Lee Hiu Hwi, perkenalkan namaku Kim Jaejoong.."
*****
"Semalam, tidurmu sangat nyenyak, ya, Nona Lee.." ujar Jaejoong seraya memakan sarapannya dengan santai. Hiu hwi tersenyum kecil, kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk membasuh wajah dan sikat gigi.
"Kyaa! Menyingkirlah! YA! Anjing bodoh! Yak!" Hiu hwi berteriak histeris ketika melihat anjing milik Jaejoong yang sedang menatap garang pada Hiu hwi. Jaejoong tertawa kecil. Mungkin, suara teriakan Hiu hwi akan terdengar setiap paginya.
Jaejoong beranjak menjauhkan anjing peliharaannya itu dari Hiu hwi dan mengusap-usap bulu hitamnya dengan sayang. "Joon, kau jangan mengganggu Tuan Putri. Mengerti?" kata Jaejoong pada Joon; nama anjing peliharaannya.
Hiu hwi mendengus kesal dan berlari menuju kamar mandi. Jaejoong terkekeh geli melihat tingkah Hiu hwi yang kekanakan. "Hiu hwi-ssi, namanya Joon, kau jangan takut. Joon sangatlah lucu. Hahaha."
"Lucu, apanya?" balas Hiu hwi sengit. "Anjingmu menakutkan, Tuan Kim!"
"Gukk .. Guukk .."
"Hahaha. Sudahlah, Joon.." Jaejoong mengajak Joon menuju ruang tengah di sisa tawanya.
"Eh? Cepat sekali..," gumam Jaejoong saat Hiu hwi sudah kembali dari kamar mandi. Jaejoong pun beranjak mendekati Hiu hwi yang sudah duduk manis di meja makan.
Hiu hwi meminum air mineral dengan sekali teguk, "Setelah ini, bagaimana? Apa kita akan ke Gangnam?"
"Bagaimana jika kita berkeliling Seoul, dahulu?"
"Aku tidak mempunyai waktu untuk itu, Tuan. Aku hanya mempunyai waktu enam bulan!" Hiu hwi menatap Jaejoong dengan sendu, "Belum lagi, jika Daddy sudah menemukanku di Korea."
"Habiskan sarapanmu, dulu." kata Jaejoong.
Hiu hwi tersenyum dengan mata berbinar, kemudian ia menyahut selembar roti gandum dan berlari menuju kamarnya, mengambil mantelnya. "Ayo kita berangkat.."
"Joon, ikut?" tanya Jaejoong pada Joon yang menonton televisi.
"YA! Berani-beraninya, kau!" pekik Hiu hwi histeris, Jaejoong tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Hiu hwi yang berlebihan. Joon beranjak menuruni sofa dan mendekati Hiu hwi. Namun Hiu hwi berusaha menghindari Joon dengan jeritan minta tolongnya.
"Kalau kau berani mendekat, aku tidak segan-segan untuk membunuhmu, anjing bodoh!" Hiu hwi pun keluar dan melarikan diri.
Jaejoong tersenyum dan berjongkok sambil menatap anjing kesayangannya. "Joon, jangan kemana-mana. Dan, jangan sampai lelaki itu menghancurkan rencanaku lagi. Ara?"
Seusai itu, Jaejoong beranjak menyusul Hiu hwi yang sudah menunggunya didepan lift. Gadis itu tampak mengerucutkan bibirnya dan menyenderkan tubuh rampingnya pada dinding. Samar, Jaejoong tersenyum. Tingkah kekanakan Hiu hwi mampu membuatnya nyaman.
Jaejoong menghentikan langkah manakala seorang pemuda tampan itu berdiri disamping Hiu hwi dengan wajah dingin, seperti biasanya. Pemuda itu sahabatnya, namun telah menjadi musuh. Cho Kyuhyun, tersenyum remeh pada Jaejoong yang hanya membeku ditempat.
"Tuan, cepatlah!" seru Hiu hwi melambaikan tangan dan itu membuat kesadaran Jaejoong kembali lagi.
Kemana dia? Pikir Jaejoong, karena Kyuhyun tidak ada disamping Hiu hwi. Hiu hwi memasuki lift dan di ikuti Jaejoong.
"Eh, Tuan, aku belum mengenalmu.." ujar Hiu hwi menoleh kearah Jaejoong yang menatap lurus kedepan. Rahang tegas yang dimiliki Jaejoong membuat gadis itu berdecak kagum dalam hati.
"Kim Jaejoong."
"Ohk? Lalu, aku harus memanggil apa? Jaejoong-ssi? Jaejoong abeoji? Jaejoong ahjussi? Jaejoong harabeoji? Atau, Joongie oppa?"
"Joongie oppa? Terlihat informal."
"Eoh? Memangnya tidak boleh? Apa ada yang marah?" Hiu hwi menatap Jaejoong penuh selidik.
"Ya, ada. Dia, Joon."
"Mwo?" Jaejoong terkekeh pelan dan melanjutkan langkahnya menuju parkiran. Hiu hwi mengekorinya dengan bibir mengerucut.
***
Sepi! Tak ada suara di ruangan bercat coklat ini. Hanya suara alat pendeteksi jantunglah yang menemani kesunyian. Seorang gadis cantik sedang terbujur kaku di ranjang dengan beberapa selang yang ada disekitar tubuh. Choi Sooyoung, ia tengah beradu nasib dengan pintu kematian.
"Sooyoung, sayang. Bagaimana keadaanmu, um?" Wanita paruh baya itu muncul dari balik pintu kamar dengan washlap dan wadah kecil ditangannya. Ya, wanita paruh baya itu Nyonya Choi.
"Aku keadaanku tidak baik-baik saja, Bu."
Nyonya Choi tersenyum. Nyonya Choi tersenyum pada wajah ayu anaknya yang masih tertidur panjang, bukan pada suara tadi. Sooyoung tersenyum miris, eomma-nya bahkan tidak mengetahui keberadaan arwahnya. Ya, hanya orang tertentulah yang dapat melihatnya.
TES!
Sebulir air bening keluar dari mata Sooyoung dan Nyonya Choi terkesima dengan reaksi tubuh anak tunggalnya. Sooyoung berjalan mendekati Nyonya Choi dan duduk di tepi ranjang. Tangannya bergerak menyentuh pipi Nyonya Choi yang basah, dan hasilnya seperti menyentuh air, Sooyoung tidak bisa.
"Eomma.. Uljimayo.."
Pintu kamar Sooyoung terbuka, muncul seorang pria tampan dengan setangkai bunga mawar putih di genggamannya. Pria itu menoleh kearah Sooyoung dan tersenyum manis. Pria itu adalah sang kekasih hati, Cho Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah.. kau datang lagi," Nyonya Choi beranjak mendekati Kyuhyun sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya.
"Nde, eommonim."
Nyonya Choi tersenyum menanggapinya.
"Eommonim, apa abeonim sudah berangkat bekerja?"
"Sudah. Hummm... Kyuhyun-ah, eommonim ingin mengatakan sesuatu padamu."
"Nde?"
"Hummm... aku sudah merencanakannya dengan Siwon." kata Nyonya Choi. "Jika kau telah merasa lelah untuk menunggu Sooyoung, kau bisa ... meninggalkannya."
Kyuhyun terdiam.
Sooyoung yang tengah berdiri disampingnya itu menggeleng pelan sambil berusaha menyentuh punggung tangan kekasihnya. "Andwaeyo... jangan tinggalkan aku, Kyuhyun-ah. Aku takut."
Kyuhyun mendengar ucapan Sooyoung dan mendongak untuk menatap Nyonya Choi sambil tersenyum penuh arti.
"Pernikahan kalian akan kami batalkan, tetapi kami menunggu jawabanmu dahulu," kata Nyonya Choi sembari menatap Kyuhyun dan raga Sooyoung bergantian.
"Bagaimana?" tanya Nyonya Choi.
"Ehm, aku ..." Kyuhyun menggantungkan kalimatnya sembari menatap lekat foto dirinya dan Sooyoung yang terbingkai di dinding kamar itu.
"Lebih baik kau pikirkan dulu, aku akan memberimu waktu sampai besok." sela Nyonya Choi dan beranjak pergi meninggalkannya.
Sooyoung menghela napasnya lega.
Kyuhyun pun begitu. Tetapi, dalam hatinya, Kyuhyun terus terngiang pertanyaan yang diajukan calon mertuanya tersebut. Kedua orangtuanya juga tidak ingin Kyuhyun terlalu berharap tentang kesembuhan Sooyoung, tetapi Kyuhyun sendiri masih ingin mempertahankan rasa cintanya.
"Kyuhyun-ah, apa kau ingin meninggalkanku?"
Kyuhyun tersentak atas perkataan Sooyoung. "Mmm-mwo?"
"Katakan,"
"Katakan? Apa maksudmu, heng?"
"Katakan. Kalau sebenarnya kau memang ingin meninggalkanku!" Hentak arwah Sooyoung geram. Sooyoung menatap pria yang telah lima tahun mengisi hari-harinya dengan senyuman miring mematikan itu. Kyuhyun tak bergeming.
TES!
Air mata keluar dari pelupuk mata raga Sooyoung yang tertidur itu. Kyuhyun terkejut, kemudian ia menatap arwah Sooyoung yang ada disampingnya. Sooyoung tersenyum miris melihat sang raga lebih sensitif dari pada arwahnya.
"Jika kau ingin pergi. Pergilah. Cari pendamping hidup yang lebih layak untuk seorang Cho Kyuhyun."
*****
"Annyeonghasseo...,"
"Ohk, nuguya?" Seorang wanita tua berpakaian santai dengan membawa paper bag sembari mendekati Hiu hwi dan Jaejoong yang masih melongo didepan pintu pagar rumah bercat abu-abu tersebut.
"Eoh, mianhada, ahjumma. Apa benar rumah ini milik Nyonya Kim?"
Wanita tua tersebut menatapi wajah Jaejoong dan Hiu hwi secara bergantian, sebelum akhirnya ia mengangguk ragu. "Siapa kalian?"
"Lee Hiu hwi imnida. Dan, ini teman saya, Kim Jaejoong." jawab Hiu hwi sedikit membungkuk, berusaha sopan pada orang yang tidak ia kenali.
"Kau ... anaknya Hyo-hwa, eoh?"
"Nde?"
"Nde! Hyo-hwa pernah bilang, kalau dia mempunyai anak gadis dengan pria Amerika. Hyo-hwa berkata, anak gadisnya bernama 'Lee Hiu hwi'. Iya, kan? Kau anak Hyo-hwa, kan?" Wanita tua itu terus mengucapkan pernyataan yang ia ketahui.
Hiu hwi tersenyum lega, "Syukurlah.."
"Eumm, ahjumma, lalu, kemana Hyo-hwa ahjumma berada? Apa Hyo-hwa ahjumma ada didalam rumahnya?" sahut Jaejoong.
"Mwo?" Air muka wanita tua itu berubah menjadi sedih. "Hyo-hwa pergi. Entahlah.. dia mengatakan, dia pergi bekerja. Dan dia mengatakannya sebulan yang lalu."
"Mwo? Sebulan yang lalu?"
"Nde! Dan aku tidak tahu, sekarang, ia ada dimana."
Hiu hwi tersenyum kecut dan membungkuk pada wanita tua itu, "Gomapta, ahjumma. Kami permisi. Annyeong.."
Hiu hwi meneguk air mineralnya sampai habis. Jaejoong tidak berniat meminum airnya, pria itu malah sibuk memandangi wajah Hiu hwi dengan lekat. Seakan ia tengah mencoba membaca pikiran Hiu hwi tersebut. Merasa diperhatikan oleh seseoang yang ada disampingnya, gadis itu menoleh dan menatap Jaejoong dengan kening berkerut.
"Wae?"
"Hidupmu layak, ya?" tanya Jaejoong.
"Maksudmu?"
"Nde. Hidupmu berkecukupan." Jaejoong mengalihkan pandangannya pada air mineralnya sambil tertawa miris. "Aku jadi iri."
Hiu hwi terpengarah, kemudian tersenyum penuh arti. "Hidup berkecukupan tidak selalu menjamin kehidupan masa depan. Harta itu hanyalah seentara, tidak selamanya."
"Yang kutahu, gadis kaya sepertimu itu manja."
"Tidak selalu begitu. Teman-temanku di New York dan California saja, tidak ada yang manja. Rata-rata, sih, mereka bad girl." Hiu hwi tertawa pelan manakala ia teringat Jessica Jung, teman sekolahnya yang juga mempunyai keturunan Korea itu, tidak ingin dikatakan manja.
"Eh waeyo? Kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanya Jaejoong tersenyum geli menanggapi Hiu hwi yang tersenyum-senyum sendiri.
Hiu hwi yang masih tersenyum tidak jelas itu menoleh kearah Jaejoong dan tertawa pelan, "Aniya. Hahaha..."
"Jangan-jangan..., kau mulai gila, ne?"
"Yak! Aku tidak gila, bodoh!" umpat Hiu hwi sembari mencubit Jaejoong. Keduanya pun tertawa lepas, seakan lupa dengan tujuan pertama mereka.
*****
Pagi yang mendung ini membuat Hiu hwi enggan beranjak dari ranjang itu dan sibuk mengurusi mimpi indahnya. Suara gemericik air hujan terdengar samar-samar pada sebuah ruangan bercat merah itu. Hiu hwi tampak meringkuk malas ditemani selimut tebal sambil mendengkur halus. Jaejoong? Jangan bertanya, pria itu tengah tidak ada di apartemennya. Pria itu baru saja pergi menuju kampusnya untuk mengikuti ujian dan sebelumnya Hiu hwi sudah ia pamiti.
Lee Hiu hwi...
Hwi-ya...
"Hummm..." Hiu hwi bergumam pelan tanpa membuka matanya.
Hwi-ya... tolong aku...
Hiu hwi tak bergeming. Gadis cantik itu masih diambang batas kesadarannya. Antara sadar dan tidak, ia mendengar suara minta tolong itu. Terdengar menakutkan. Menakutkan?
Sentak gadis itu terbangun dengan posisi terduduk sambil mendelik terkejut. "YA! Nuguya?" teriak Hiu hwi.
Lee Hiu hwi.. tolong aku, kumohon. Tolong aku. Aku..
"YA! Kau siapa?" sela Hiu hwi ketakutan.
Ash! Dengarkan aku dulu! Jangan asal menyela perkataan orang! Ara?
"Chamkanman! Kau itu.. kau itu apa?"
Aku? Aku itu ciptaan Tuhan.. wae?
"Aish! Bukan, bukan itu maksudku, bodoh! Maksudku, kau itu setan gentayangan, bukan?"
Bisa jadi!
"Atau, arwah yang gentayangan?"
Ya, iya, bisa jadi.
"Ah! Aku tahu, kau pasti arwah yang tengah gentayangan karena korban kecelakaan?"
Tidak! Tidak!
"Hummm... apa kau itu arwah gentayangan karena tubuhmu hilang?"
Yak! Tidak!
"Lalu, apa? Kau jangan membuat kepalaku berdenyut, setan bodoh!"
Yak! Kau ini! Aku bukan setan bodoh, aku ini setan cantik. Kau, sih, tidak tahu wujudku.
"Cah! Kalau begitu, tunjukkan wujudmu, padaku!"
Nde? Mana bisa? Kau itu tidak mempunyai kelebihan itu. Mana mungkin kau bisa melihatku, bodoh!
Hiu hwi mendengus sebal sembari mengacak rambutnya frustasi. "Maksudmu, apa?"
Kau tidak mempunyai kelebihan supranatural atau indigo, tidak seperti kekasihku dan pemilik apartemen ini.
"Nde? Indigo? Supranatural? What is that?" Hiu hwi tampak bingung karena kata-kata asing yang disebutkan arwah gentayangan itu.
Mwo? Kau tidak tahu maksudku? Dasar, bodoh!
"YA! Aku tidak bodoh sepertimu, setan bodoh!" maki Hiu hwi layaknya orang gila.
Lalu, kalau kau tidak bodoh, mana mungkin kau tidak tahu supranatural dan indigo? Ikan bodoh! Ikan bodoh! Ikan bdoh!
"YA! Tutup mlutmu, setan bodoh!"
Ikan bodoh ... ikan bodoh ... ikan bodoh ... ikan bodoh ... hahaha.
"YAK! DIAM! Sekarang, katakan, siapa namamu?"
Aku? Aku ...
"Setan bodoh? Ya, kau dimana?" Tidak ada balasan, Hiu hwi memanggilnya sambil melihat keadaan sekitar. Sepi. Tidak ada siapa-siapa memang, tetapi suara yang menemaninya tadi menghilang.
Pstt! Sepertinya aku haru pergi. Pria iu datang...
"Mwo? Maksudmu?"
Kim Jaejoong..
"Lee Hiu hwi, kau sedang apa?" Sentak Hiu hwi berjengit kaget karena suara Jaejoong.
"A-aku..."
=TBC=
Part selanjutnya agak lama lagi. wakakaka!
Sabtu, 10 Agustus 2013
Selasa, 06 Agustus 2013
FF "EAGLE EYES!" Part 1.
Author : Setan baik.
Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Jaejoong, Choi Sooyoung.
Genre : Angst.
Rating : 15+
This original story by @Intaan905 ^^
*****
"Kenapa daddy tidak pernah mengatakannya pada Sharron? Kata paman, mommy masih hidup. Kenapa? Kenapa daddy membohongi Sharron? Apa daddy sudah tidak menyayangiku lagi? Kenapa, dad?" Gadis cantik itu menitikan air matanya lagi sembari menatap tajam pada pria paruh baya yang memunggunginya. Air mata itu tak henti-hentinya mengalir di pipinya.
BRAK!
Sharron sentak membuang seluruh berkas-berkas yang ada di meja kantor ayahnya dengan kesal. Raut wajahnya menyiratkan tanda kekesalan, kepedihan, dan kekecewaan. Pria paruh baya itu berjengit pelan ketika mendengar suara pecahan kaca dari belakangnya. Mungkin itu cangkir kopinya.
"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya daddy pikirkan, tetapi aku benar-benar kecewa. Aku sudah terpisahkan dari mommy mulai aku kecil, mulai aku berumur 5 tahun. Hiks.. Daddy, dulu aku merasa iri terhadap teman- temanku. Mereka selalu diantar oleh ibu mereka. Tetapi, aku? Aku hanya diantar oleh paman Han. Daddy, aku... hiks.. Aku juga ingin seperti mereka. Sharron tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu."
Tuan Lee membalikan tubuhnya menghadap Sharron yang tengah terisak. Tuan Lee menghentikan langkah, lalu membuka laci dan menyerahkan sebuah tiket penerbangan New York-London pada Sharron. "Cepat! Lanjutkan pendidikanmu. Daddy sudah menyiapkan semuanya." ujarnya dingin.
"Oh, daddy..." gumam Sharron tak percaya dengan perkataan Tuan Lee yang terdengar seperti perintah. Sharron mengambil tiket penerbangan itu dengan lemas, kemudian sesegera mungkin ia keluar dari ruangan kerja milik Tuan Lee.
Sharron menghentikan langkah di lobby kantor Lee corp, kemudian ia memanggil salah satu karyawan. "Kemana paman Han?"
"Mr. Han sedang meeting bersama klien dari Jepang, Nona." Pria itu menunjuk sebuah ruangan pada Sharron.
"Katakan padanya, ku tunggu di restoran Milley nanti siang." Sharron sentak melangkah kembali meninggalkan karyawan itu dengan langkah angkuhnya.
"For you." Sharron memberikan tiket pesawat itu pada seorang karyawan muda berkacamata bulat dengan rambut di ikat kuda. Karyawan itu menganga lebar, kemudian menerima tiket pesawat itu dengan tangan bergetar. Sharron kembali melanjutkan langkah menuju parkiran mobil, dan ia segera melesat pergi ke restoran Italian itu.
*****
Sharron meminum Milkshake pesanannya dengan santai. Jam telah menunjukkan pukul 12 siang, namun sang paman belum juga menampakan batang hidungnya. Sharron dilanda kebosanan. Dan untuk kesekian kalinya, ia melirik jam tangan putihnya.
"Maaf, aku terlambat."
Sharron berdeham pelan, "Langsung saja. Apa paman bisa membantuku?"
"Eumm, membantumu? Apa?"
"Aku akan mencari tahu keberadaan mommy di Korea."
"Korea?" ulang Eun-jo tak percaya.
"Sharron, negara Korea itu luas. Mana mungkin kau kesana sendiri? Tidak, aku tidak mau."
"Paman! Aku melakukannya, semata-mata hanya ingin mendengar penjelasan dari mommy! Apa paman tidak kasihan padaku? Selama 20 tahun, aku jauh dari jangkauan mommy. Ah, paman tenang saja, aku bisa menjaga diri." kata Sharron, matanya memerah. Setiap ia mengingat Ibunya, air mata Sharron selalu ingin jatuh. Sharron telah berjanji, di usia 26 tahun nanti, ia sudah harus menemukan sang ibu. Sekarang, umurnya masih 25 tahun. Dan enam bulan lagi, umurnya genap 26 tahun.
"Aku tidak akan bisa menolakmu." Eun-jo mengalihkan tatapannya dari sorot mata Sharron yang sendu. "Apa yang bisa kubantu?"
"Paman tahu tempat mommy tinggal? Dan. Hehehe.. Aku juga butuh tempat tinggal." jawab Sharron tersenyum manis pada Eun-jo.
Eun-jo menghela napas berat. "Hmm.. Aku mempunyai keponakan yang tinggal di daerah Gwangju. Dan juga, seingatku, ibu mu tinggal di Gangnam. Kau bisa meminta tolong padanya,"
Sharron mengangguk mengerti akan penjelasan pamannya. Eun-jo menuliskan alamat rumah keponakannya beserta alamat rumah Ibu Sharron.
"Berhati-hatilah..."
"Maksud, paman?"
"Tidak. Semoga, kau bisa mencari Kim Hyo-hwa dengan selamat.."
*****
At Incheon International Airport, South Korea. On 03:45 p.m.
Awan kelam menyelimuti kota penuh dengan aktifitas penduduk yang tidak ada henti. Seorang gadis cantik merapatkan blazer coklat gelapnya, kemudian menarik sebuah koper hitam menuju tempat pemberhentian taksi. Gadis itu membenarkan kacamata hitamnya seraya mengeluarkan benda persegi berwarna putih itu dari saku-nya. Jemari tangannya nampak mengeluarkan sebuah kartu kecil, lebih tepatnya adalah kartu perdana, kemudian ia mematahkan kartu perdananya menjadi beberapa keping. Sharron menghentikan langkah ketika ia mendapati seorang gadis kecil dengan wajah khas barat itu sedang terduduk di bangku dengan beberapa koper di sampingnya. Sharron membuang kepingan kartu perdana itu, lalu menghampiri gadis kecil itu dengan mengeluarkan sebungkus coklat dari saku blazer.
"Hello? Apa yang kau tunggu, cantik?" sapa Sharron tersenyum ramah, dengan bahasa inggris yang fasih dan lancar. "Kemana orangtuamu?" lanjutnya.
"Ibu sedang mengantarkan Kakak menuju toilet. Sedangkan, Ayah? Ayahku tidak ikut kemari." jawab gadis kecil itu merenggut.
Sharron memberikan coklat pada gadis kecil itu sambil tersenyum, "Coklat untukmu? Siapa namamu?"
"Ah, terima kasih! Namaku Michelle Clark." Michelle membuka coklat itu, dan memakannya. Sharron tersenyum, lalu tangannya berusaha memasukan ponsel putihnya pada tas ransel Michelle yang sedikit terbuka.
"Aku pergi dulu. Salam untuk keluargamu, ok? Sampai jumpa, cantik.."
Sharron bangkit dari duduknya dan melambaikan tangan pada gadis kecil yang polos itu sambil berjalan menjauh. Senyuman manis terlihat di wajah ayu Sharron ketika keluarga Michelle datang dan membawa gadis kecil itu pergi menuju penerbangan inter-lokal. Sharron memakai topi coklat muda yang ia bawa, kemudian tangannya terjulur untuk memberhentikan sebuah taksi. Gadis itu sangatlah pintar jika menyangkut hal-hal yang menantang.
"Kemana tujuan Anda?" tanya sang sopir taksi. Beruntung, Sharron telah mempelajari bahasa Korea pada Eun-jo, dan hal itu memang tidak tersia-siakan.
"Gwangju, Chamri apartemen. Ah, paman, apakah jarak Incheon ke Gangnam, cukup jauh?"
"Yeah, cukup memakan waktu yang sedikit lama, karena Gangnam itu daerah Seoul. Apakah Anda bukan penduduk Korea?" Sopir taksi itu melirik Sharron melalui kaca, dan Sharron hanya tersenyum masam. Sopir taksi ini sangat tidak sopan, bagaimana pun, ia sudah mencoba ikut campur. Pikir Sharron.
"Oh, maaf atas kelancanganku."
Taksi itu melaju dengan kecepatan sedang untuk membelah kota di sore hari. Sharron memandangi jalanan kota dengan tatapan kosong. Jantungnya berdegub kencang ketika mengingat ia akan segera bertemu dengan Ibunya. Sekitar satu jam menempuh perjalanan, akhirnya taksi itu berhenti pada sebuah apartemen mewah. Sharron beranjak membayar ongkos taksi, lalu keluar dan memasuki apartemen tersebut. Sharron melepas kacamata hitam yang sedari tadi menutupi mata indahnya.
"Maaf, aku Lee Hiu Hwi.. Aku---"
"Oh, Nona Lee, Anda telah di tunggu oleh Tuan Muda. Tuan sedang ada di kamar apartemen-nya. Kamar 105, lantai 3." Sharron tersenyum kaku dan mengucapkan terima kasih, kemudian ia beranjak menaiki lift menuju lantai 3.
Ketika ia tengah menunggu lift, seorang lelaki nampak berdiri sejajar dengannya, spontan Sharron bergeser sedikit. Ting! Lift terbuka. Sharron beranjak memasuki lift dengan menarik kopernya. Sharron tidak sadar, ada seseorang yang tengah memperhatikannya dengan tajam. Seseorang itu berdiri tepat di belakang tubuh Sharron. Kemudian, lift terbuka. Sharron menyeret kopernya menuju kamar nomor 105.
"Hummm.. Apakah ini?" gumam Sharron.
Pintu kamar apartemen itu sedikit terbuka, dan hal itu membuat Sharron ingin mengintip dalamnya. Sharron membungkuk dan mencoba mengintip keadaan didalam, namun pintu itu malah terbuka dengan lebar dan membuat Sharron terbelalak lalu kembali menegakan tubuhnya.
"Eung?"
"Lee Hiu Hwi, bukan?" Sharron meneguk saliva-nya sendiri dengan kesusahan tatkala pemuda tampan itu muncul dengan keadaan half naked. Hal itu membuat wajah Sharron memerah. "Hello..?"
"Ohk?" Sharron menerjapkan mata dan mengangguk kaku. Pemuda tampan itu menatap tajam Sharron, dari ujung kaki hingga ujung rambut. Cantik dan polos, namun sedikit ceroboh. Pikir pemuda tersebut.
Pemuda itu mempersilakan Sharron memasuki apartemen mewahnya, "Aku adalah keponakan dari Han Eun Jo, Paman Han. Ini apartemen-ku. Semoga kau betah berada di apartemen-ku ini dan aku akan membantumu untuk mencari Ibu-mu."
"Terima kasih." kata Sharron tersenyum manis, pemuda itu berdeham dan beranjak membuka salah satu pintu kamar.
"Ini adalah kamar kakak perempuanku yang sedang kuliah di Eropa. Kau bisa menempatinya dan.."
"Apa? Dan, apa?" Sharron memperhatikan pemuda disampingnya itu dengan heran. Namun pemuda itu malah tersenyum, berusaha menutupi sebuah kenyataan.
"Tidak apa-apa. Kau bisa langsung beristirahat, Hiu hwi-ssi." ujar pemuda itu sembari tersenyum dan meninggalkan Sharron sendiri di ambang pintu kamar. Sharron mengendikan bahu dan memasuki kamar yang penuh dengan warna merah muda. Kamarnya tidak berdebu, malah terlihat sangat rapi dan bersih. Sharron meletakkan kopernya di pinggir ranjang. Aroma mawar segar menyeruak ketika Sharron merebahkan tubuhnya pada ranjang berukuran besar tersebut.
"Ah, aku jadi lupa? Siapa nama pemuda itu?" Sharron memukul keningnya pelan, kemudian beranjak bangun dan melepas topi dan blazernya, menyisakan kaos putih polos. Alih-alih, Sharron melangkah mendekati sebuah cermin dan menatap bayangan dirinya.
"Astaga!" jerit Sharron tertahan, ketika ada bayangan seorang pria diujung kamar. Namun setelah Sharron berbalik, bayangan itu sudah tidak ada. Sharron menyentuh dada kirinya, dapat ia rasakan jika degub jantungnya terpacu begitu cepat! Ada apa? Siapa pria misterius itu? Beberapa pertanyaan menyerbu pemikiran Sharron. Kemudian, Sharron berbalik lagi dan ia menemukan setetes darah menempel pada permukaan kaca cermin di hadapannya.
"S-siapa?"
-Chapter 1: END-
Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Jaejoong, Choi Sooyoung.
Genre : Angst.
Rating : 15+
This original story by @Intaan905 ^^
*****
"Kenapa daddy tidak pernah mengatakannya pada Sharron? Kata paman, mommy masih hidup. Kenapa? Kenapa daddy membohongi Sharron? Apa daddy sudah tidak menyayangiku lagi? Kenapa, dad?" Gadis cantik itu menitikan air matanya lagi sembari menatap tajam pada pria paruh baya yang memunggunginya. Air mata itu tak henti-hentinya mengalir di pipinya.
BRAK!
Sharron sentak membuang seluruh berkas-berkas yang ada di meja kantor ayahnya dengan kesal. Raut wajahnya menyiratkan tanda kekesalan, kepedihan, dan kekecewaan. Pria paruh baya itu berjengit pelan ketika mendengar suara pecahan kaca dari belakangnya. Mungkin itu cangkir kopinya.
"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya daddy pikirkan, tetapi aku benar-benar kecewa. Aku sudah terpisahkan dari mommy mulai aku kecil, mulai aku berumur 5 tahun. Hiks.. Daddy, dulu aku merasa iri terhadap teman- temanku. Mereka selalu diantar oleh ibu mereka. Tetapi, aku? Aku hanya diantar oleh paman Han. Daddy, aku... hiks.. Aku juga ingin seperti mereka. Sharron tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu."
Tuan Lee membalikan tubuhnya menghadap Sharron yang tengah terisak. Tuan Lee menghentikan langkah, lalu membuka laci dan menyerahkan sebuah tiket penerbangan New York-London pada Sharron. "Cepat! Lanjutkan pendidikanmu. Daddy sudah menyiapkan semuanya." ujarnya dingin.
"Oh, daddy..." gumam Sharron tak percaya dengan perkataan Tuan Lee yang terdengar seperti perintah. Sharron mengambil tiket penerbangan itu dengan lemas, kemudian sesegera mungkin ia keluar dari ruangan kerja milik Tuan Lee.
Sharron menghentikan langkah di lobby kantor Lee corp, kemudian ia memanggil salah satu karyawan. "Kemana paman Han?"
"Mr. Han sedang meeting bersama klien dari Jepang, Nona." Pria itu menunjuk sebuah ruangan pada Sharron.
"Katakan padanya, ku tunggu di restoran Milley nanti siang." Sharron sentak melangkah kembali meninggalkan karyawan itu dengan langkah angkuhnya.
"For you." Sharron memberikan tiket pesawat itu pada seorang karyawan muda berkacamata bulat dengan rambut di ikat kuda. Karyawan itu menganga lebar, kemudian menerima tiket pesawat itu dengan tangan bergetar. Sharron kembali melanjutkan langkah menuju parkiran mobil, dan ia segera melesat pergi ke restoran Italian itu.
*****
Sharron meminum Milkshake pesanannya dengan santai. Jam telah menunjukkan pukul 12 siang, namun sang paman belum juga menampakan batang hidungnya. Sharron dilanda kebosanan. Dan untuk kesekian kalinya, ia melirik jam tangan putihnya.
"Maaf, aku terlambat."
Sharron berdeham pelan, "Langsung saja. Apa paman bisa membantuku?"
"Eumm, membantumu? Apa?"
"Aku akan mencari tahu keberadaan mommy di Korea."
"Korea?" ulang Eun-jo tak percaya.
"Sharron, negara Korea itu luas. Mana mungkin kau kesana sendiri? Tidak, aku tidak mau."
"Paman! Aku melakukannya, semata-mata hanya ingin mendengar penjelasan dari mommy! Apa paman tidak kasihan padaku? Selama 20 tahun, aku jauh dari jangkauan mommy. Ah, paman tenang saja, aku bisa menjaga diri." kata Sharron, matanya memerah. Setiap ia mengingat Ibunya, air mata Sharron selalu ingin jatuh. Sharron telah berjanji, di usia 26 tahun nanti, ia sudah harus menemukan sang ibu. Sekarang, umurnya masih 25 tahun. Dan enam bulan lagi, umurnya genap 26 tahun.
"Aku tidak akan bisa menolakmu." Eun-jo mengalihkan tatapannya dari sorot mata Sharron yang sendu. "Apa yang bisa kubantu?"
"Paman tahu tempat mommy tinggal? Dan. Hehehe.. Aku juga butuh tempat tinggal." jawab Sharron tersenyum manis pada Eun-jo.
Eun-jo menghela napas berat. "Hmm.. Aku mempunyai keponakan yang tinggal di daerah Gwangju. Dan juga, seingatku, ibu mu tinggal di Gangnam. Kau bisa meminta tolong padanya,"
Sharron mengangguk mengerti akan penjelasan pamannya. Eun-jo menuliskan alamat rumah keponakannya beserta alamat rumah Ibu Sharron.
"Berhati-hatilah..."
"Maksud, paman?"
"Tidak. Semoga, kau bisa mencari Kim Hyo-hwa dengan selamat.."
*****
At Incheon International Airport, South Korea. On 03:45 p.m.
Awan kelam menyelimuti kota penuh dengan aktifitas penduduk yang tidak ada henti. Seorang gadis cantik merapatkan blazer coklat gelapnya, kemudian menarik sebuah koper hitam menuju tempat pemberhentian taksi. Gadis itu membenarkan kacamata hitamnya seraya mengeluarkan benda persegi berwarna putih itu dari saku-nya. Jemari tangannya nampak mengeluarkan sebuah kartu kecil, lebih tepatnya adalah kartu perdana, kemudian ia mematahkan kartu perdananya menjadi beberapa keping. Sharron menghentikan langkah ketika ia mendapati seorang gadis kecil dengan wajah khas barat itu sedang terduduk di bangku dengan beberapa koper di sampingnya. Sharron membuang kepingan kartu perdana itu, lalu menghampiri gadis kecil itu dengan mengeluarkan sebungkus coklat dari saku blazer.
"Hello? Apa yang kau tunggu, cantik?" sapa Sharron tersenyum ramah, dengan bahasa inggris yang fasih dan lancar. "Kemana orangtuamu?" lanjutnya.
"Ibu sedang mengantarkan Kakak menuju toilet. Sedangkan, Ayah? Ayahku tidak ikut kemari." jawab gadis kecil itu merenggut.
Sharron memberikan coklat pada gadis kecil itu sambil tersenyum, "Coklat untukmu? Siapa namamu?"
"Ah, terima kasih! Namaku Michelle Clark." Michelle membuka coklat itu, dan memakannya. Sharron tersenyum, lalu tangannya berusaha memasukan ponsel putihnya pada tas ransel Michelle yang sedikit terbuka.
"Aku pergi dulu. Salam untuk keluargamu, ok? Sampai jumpa, cantik.."
Sharron bangkit dari duduknya dan melambaikan tangan pada gadis kecil yang polos itu sambil berjalan menjauh. Senyuman manis terlihat di wajah ayu Sharron ketika keluarga Michelle datang dan membawa gadis kecil itu pergi menuju penerbangan inter-lokal. Sharron memakai topi coklat muda yang ia bawa, kemudian tangannya terjulur untuk memberhentikan sebuah taksi. Gadis itu sangatlah pintar jika menyangkut hal-hal yang menantang.
"Kemana tujuan Anda?" tanya sang sopir taksi. Beruntung, Sharron telah mempelajari bahasa Korea pada Eun-jo, dan hal itu memang tidak tersia-siakan.
"Gwangju, Chamri apartemen. Ah, paman, apakah jarak Incheon ke Gangnam, cukup jauh?"
"Yeah, cukup memakan waktu yang sedikit lama, karena Gangnam itu daerah Seoul. Apakah Anda bukan penduduk Korea?" Sopir taksi itu melirik Sharron melalui kaca, dan Sharron hanya tersenyum masam. Sopir taksi ini sangat tidak sopan, bagaimana pun, ia sudah mencoba ikut campur. Pikir Sharron.
"Oh, maaf atas kelancanganku."
Taksi itu melaju dengan kecepatan sedang untuk membelah kota di sore hari. Sharron memandangi jalanan kota dengan tatapan kosong. Jantungnya berdegub kencang ketika mengingat ia akan segera bertemu dengan Ibunya. Sekitar satu jam menempuh perjalanan, akhirnya taksi itu berhenti pada sebuah apartemen mewah. Sharron beranjak membayar ongkos taksi, lalu keluar dan memasuki apartemen tersebut. Sharron melepas kacamata hitam yang sedari tadi menutupi mata indahnya.
"Maaf, aku Lee Hiu Hwi.. Aku---"
"Oh, Nona Lee, Anda telah di tunggu oleh Tuan Muda. Tuan sedang ada di kamar apartemen-nya. Kamar 105, lantai 3." Sharron tersenyum kaku dan mengucapkan terima kasih, kemudian ia beranjak menaiki lift menuju lantai 3.
Ketika ia tengah menunggu lift, seorang lelaki nampak berdiri sejajar dengannya, spontan Sharron bergeser sedikit. Ting! Lift terbuka. Sharron beranjak memasuki lift dengan menarik kopernya. Sharron tidak sadar, ada seseorang yang tengah memperhatikannya dengan tajam. Seseorang itu berdiri tepat di belakang tubuh Sharron. Kemudian, lift terbuka. Sharron menyeret kopernya menuju kamar nomor 105.
"Hummm.. Apakah ini?" gumam Sharron.
Pintu kamar apartemen itu sedikit terbuka, dan hal itu membuat Sharron ingin mengintip dalamnya. Sharron membungkuk dan mencoba mengintip keadaan didalam, namun pintu itu malah terbuka dengan lebar dan membuat Sharron terbelalak lalu kembali menegakan tubuhnya.
"Eung?"
"Lee Hiu Hwi, bukan?" Sharron meneguk saliva-nya sendiri dengan kesusahan tatkala pemuda tampan itu muncul dengan keadaan half naked. Hal itu membuat wajah Sharron memerah. "Hello..?"
"Ohk?" Sharron menerjapkan mata dan mengangguk kaku. Pemuda tampan itu menatap tajam Sharron, dari ujung kaki hingga ujung rambut. Cantik dan polos, namun sedikit ceroboh. Pikir pemuda tersebut.
Pemuda itu mempersilakan Sharron memasuki apartemen mewahnya, "Aku adalah keponakan dari Han Eun Jo, Paman Han. Ini apartemen-ku. Semoga kau betah berada di apartemen-ku ini dan aku akan membantumu untuk mencari Ibu-mu."
"Terima kasih." kata Sharron tersenyum manis, pemuda itu berdeham dan beranjak membuka salah satu pintu kamar.
"Ini adalah kamar kakak perempuanku yang sedang kuliah di Eropa. Kau bisa menempatinya dan.."
"Apa? Dan, apa?" Sharron memperhatikan pemuda disampingnya itu dengan heran. Namun pemuda itu malah tersenyum, berusaha menutupi sebuah kenyataan.
"Tidak apa-apa. Kau bisa langsung beristirahat, Hiu hwi-ssi." ujar pemuda itu sembari tersenyum dan meninggalkan Sharron sendiri di ambang pintu kamar. Sharron mengendikan bahu dan memasuki kamar yang penuh dengan warna merah muda. Kamarnya tidak berdebu, malah terlihat sangat rapi dan bersih. Sharron meletakkan kopernya di pinggir ranjang. Aroma mawar segar menyeruak ketika Sharron merebahkan tubuhnya pada ranjang berukuran besar tersebut.
"Ah, aku jadi lupa? Siapa nama pemuda itu?" Sharron memukul keningnya pelan, kemudian beranjak bangun dan melepas topi dan blazernya, menyisakan kaos putih polos. Alih-alih, Sharron melangkah mendekati sebuah cermin dan menatap bayangan dirinya.
"Astaga!" jerit Sharron tertahan, ketika ada bayangan seorang pria diujung kamar. Namun setelah Sharron berbalik, bayangan itu sudah tidak ada. Sharron menyentuh dada kirinya, dapat ia rasakan jika degub jantungnya terpacu begitu cepat! Ada apa? Siapa pria misterius itu? Beberapa pertanyaan menyerbu pemikiran Sharron. Kemudian, Sharron berbalik lagi dan ia menemukan setetes darah menempel pada permukaan kaca cermin di hadapannya.
"S-siapa?"
-Chapter 1: END-
Senin, 15 Juli 2013
Bacotan Fangirl (@tanchan__)
Jika cinta adalah hal yang istimewa, maka kali ini biarkan dia sebagai satu hal istimewa yang hilang.
Dan apakah itu artinya, aku harus melupakannya dengan waktu yang cepat? Aku bukanlah seorang gadis yang sering melupakan sesuatu dengan cepat. Tuhan menciptakanku dengan ingatan yang tajam.
Kembali kuketik lagi inspirasi yang baru saja melintas diotakku ke keyboard laptopku. Aku juga bukanlah penulis handal yang selalu mendapatkan inspirasi. Inspirasiku hanya satu.
Kau!
Aku pun juga tidak tahu dengan semua jalan hidup ini. Jika aku menatap fotomu ataupun memikirkanmu, seluruh inspirasi langsung terlintas didalam benakku.
Kau hanyalah idolaku. Idola, seorang yang kukagumi dengan seluruh kemampuan yang melekat padamu. Bahkan, seluruh partikel kecil yang melekat pada dirimu. Ya, semuanya.
Temanku sering mengingatkanku pada satu hal yang paling kubenci. Sangat kubenci.
‘Hei, sampai matipun. Idolamu tak akan menatapmu! Hahaa!’
Kejam! Sungguh, aku ingin merobek mulut bodohnya tersebut. Sumpah pun kulontarkan dalam hati saat ia mengatakan hal menjijikan itu! Cih!
Tak banyak anganku terhadap dirimu, aku hanya ingin kau tahu. Jika aku, mencintaimu.
Tantangan terbesar bagi seorang fangirl adalah ketika dia mulai mencintai idolanya sebagai seorang pria.
Right! Itulah pepatah yang selalu dipakai untuk mengingatkanku padamu.
I just a fangirl, and you? Idol hallyu.
Setiap napasku, aku sudah mencoba untuk melupakanmu. Setiap napasku juga, aku sudah berusaha tak mengenalmu. Namun, apa daya?
Inilah aku, seorang fangirl dengan banyak angan. Anganku untuk menatapmu lebih lama, maupun memelukmu.
Kita berbeda. Kau adalah bintang terkenal dan aku adalah gadis biasa yang selalu memperhatikanmu.
Aku menyukai fanfiction yang kau perani, karna disanalah. Aku bisa merasakan jika kau hadir dan memerankan peran itu.. denganku.
Ahahahaa. Pemikiranku benar-benar kampungan! Aku mengkhayal? Yeah, itulah kebiasaanku terhadapmu.
Seolah, aku tengah menanti sebuah harapan yang tak akan ada.
Aku yang memulai, akupun yang akan mengakhiri. Aku yang merasakan jatuh cinta, akupun juga yang akan merasakan pahitnya cinta.
You're mine? Just dream.
Dan apakah itu artinya, aku harus melupakannya dengan waktu yang cepat? Aku bukanlah seorang gadis yang sering melupakan sesuatu dengan cepat. Tuhan menciptakanku dengan ingatan yang tajam.
Kembali kuketik lagi inspirasi yang baru saja melintas diotakku ke keyboard laptopku. Aku juga bukanlah penulis handal yang selalu mendapatkan inspirasi. Inspirasiku hanya satu.
Kau!
Aku pun juga tidak tahu dengan semua jalan hidup ini. Jika aku menatap fotomu ataupun memikirkanmu, seluruh inspirasi langsung terlintas didalam benakku.
Kau hanyalah idolaku. Idola, seorang yang kukagumi dengan seluruh kemampuan yang melekat padamu. Bahkan, seluruh partikel kecil yang melekat pada dirimu. Ya, semuanya.
Temanku sering mengingatkanku pada satu hal yang paling kubenci. Sangat kubenci.
‘Hei, sampai matipun. Idolamu tak akan menatapmu! Hahaa!’
Kejam! Sungguh, aku ingin merobek mulut bodohnya tersebut. Sumpah pun kulontarkan dalam hati saat ia mengatakan hal menjijikan itu! Cih!
Tak banyak anganku terhadap dirimu, aku hanya ingin kau tahu. Jika aku, mencintaimu.
Tantangan terbesar bagi seorang fangirl adalah ketika dia mulai mencintai idolanya sebagai seorang pria.
Right! Itulah pepatah yang selalu dipakai untuk mengingatkanku padamu.
I just a fangirl, and you? Idol hallyu.
Setiap napasku, aku sudah mencoba untuk melupakanmu. Setiap napasku juga, aku sudah berusaha tak mengenalmu. Namun, apa daya?
Inilah aku, seorang fangirl dengan banyak angan. Anganku untuk menatapmu lebih lama, maupun memelukmu.
Kita berbeda. Kau adalah bintang terkenal dan aku adalah gadis biasa yang selalu memperhatikanmu.
Aku menyukai fanfiction yang kau perani, karna disanalah. Aku bisa merasakan jika kau hadir dan memerankan peran itu.. denganku.
Ahahahaa. Pemikiranku benar-benar kampungan! Aku mengkhayal? Yeah, itulah kebiasaanku terhadapmu.
Seolah, aku tengah menanti sebuah harapan yang tak akan ada.
Aku yang memulai, akupun yang akan mengakhiri. Aku yang merasakan jatuh cinta, akupun juga yang akan merasakan pahitnya cinta.
You're mine? Just dream.
Henry Lau ft. Taemin SHINee and Kyuhyun SJ - TRAP
[Romanji] Umjigil su eobseo wae naneun mugeowojyeo gagiman hae
Ne mam guseoge nohyeojin chae nohin chae yeah
Nege dako sipeunde geujeo keomkeomhan i eodum soge
Jakku garaanja gateun gose geu gose yeah Ne aneseo jeomjeom nan ichyeojyeo ga
Neul meomulleo inneun i sarang ane oh nan im trapped im trapped Naneun jichyeoga na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa
Sege heundeureo nareul kkaewojugenni kkaewojugenni im trapped im trapped
Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na
Ijen ne aneseo nareul nohajugenni nohajugenni im trapped im trapped
Im trapped oh~ im trapped oh~ Neowa nan ireoke dallajyeo ganeunde
Neoui kkeuchi eomneun yoksime geu yoksime
Neoraneun saejange jageun saejang ane beoryeojin sae
Naragal su jocha nan eomneunde eomneunde yeah Ne aneseo jeomjeom nan yakhaejyeo ga
Neul meomulleo inneun i sarang ane oh nan im trapped im trapped Naneun jichyeoga na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa
Sege heundeureo nareul kkaewojugenni kkaewojugenni im trapped im trapped
Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na
Ijen ne aneseo nareul nohajugenni nohajugenni im trapped im trapped
Im trapped oh~ im trapped oh~ Im trapped oh~ im trapped yeah~ Neol itgo sipeo (neol itgo sipeo) naragago sipeo (naragago sipeo)
Neol naeryeonoko (neol naeryeonoko) jayuropgo sipeo (jayuropgo sipeo) Naneun jichyeoga na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa
Sege heundeureo nareul kkaewojugenni kkaewojugenni im trapped im trapped
Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na
Ijen ne aneseo nareul nohajugenni nohajugenni im trapped im trapped
Im trapped oh~ im trapped oh~ (x2) Im trapped oh~ ooh~ ooh~
_____________ [ Indonesia Translate ] ____________
Aku tidak mampu menggerakan tubuh ini, mengapa semuanya semakin berat?
Terusudut aku didalam hatimu, yeah
Ingin kusentuh dirimu, tapi kegelapan menghadangku
Terpaerangkap selamanya ditempat yang sama, ya.. ditempat itu.. Diriku semakin terlupakan olehmu,
Didalam cinta yang selalu bertahan ini.
Aku terperangkap, aku terperangkap Lelah terus menyambangiku, saat aku sadar semua ini hanya impianku saja
Bisakah kah kau menhampiriku dan membangunkanku, bangunkan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku kehilangan diriku sendiri, tanpamu aku bahkan tidak ingat namaku sendiri
Sekarang, akankah kau melepaskanku dari dirimu, lepaskan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku terperangkap, aku terperangkap Kau dan aku, kita menjadi begitu berbeda
Dengan dirimu, dalam keserakahan tanpa ujungmu
AKu tak ayalnya seekor burung dalam sangkar kecil yang kau tinggalkan
Terbang jauhpun, aku tidak bisa Dalam perangkapmu, aku semakin lemah
Didalam cinta yang selalu bertahan ini.
Aku terperangkap, aku terperangkap Lelah terus menyambangiku, saat aku sadar semua ini hanya impianku saja
Bisakah kah kau menhampiriku dan membangunkanku, bangunkan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku kehilangan diriku sendiri, tanpamu aku bahkan tidak ingat namaku sendiri
Sekarang, akankah kau melepaskanku dari dirimu, lepaskan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku terperangkap, aku terperangkap Aku terperangkap, aku terperangkap Inginku melupakanmu (melupakanmu)
Inginku untuk terbang jauh (terbang jauh)
Inginku membiarkanmu pergi (biarkan kau pergi)
Inginku rasakan kebebasan ( Kebebasan) Lelah terus menyambangiku, saat aku sadar semua ini hanya impianku saja
Bisakah kah kau menhampiriku dan membangunkanku, bangunkan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku kehilangan diriku sendiri, tanpamu aku bahkan tidak ingat namaku sendiri
Sekarang, akankah kau melepaskanku dari dirimu, lepaskan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku terperangkap, aku terperangkap Lelah terus menyambangiku, saat aku sadar semua ini hanya impianku saja
Bisakah kah kau menhampiriku dan membangunkanku, bangunkan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku kehilangan diriku sendiri, tanpamu aku bahkan tidak ingat namaku sendiri
Sekarang, akankah kau melepaskanku dari dirimu, lepaskan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku terperangkap, aku terperangkap Aku terperangkap…
Ne mam guseoge nohyeojin chae nohin chae yeah
Nege dako sipeunde geujeo keomkeomhan i eodum soge
Jakku garaanja gateun gose geu gose yeah Ne aneseo jeomjeom nan ichyeojyeo ga
Neul meomulleo inneun i sarang ane oh nan im trapped im trapped Naneun jichyeoga na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa
Sege heundeureo nareul kkaewojugenni kkaewojugenni im trapped im trapped
Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na
Ijen ne aneseo nareul nohajugenni nohajugenni im trapped im trapped
Im trapped oh~ im trapped oh~ Neowa nan ireoke dallajyeo ganeunde
Neoui kkeuchi eomneun yoksime geu yoksime
Neoraneun saejange jageun saejang ane beoryeojin sae
Naragal su jocha nan eomneunde eomneunde yeah Ne aneseo jeomjeom nan yakhaejyeo ga
Neul meomulleo inneun i sarang ane oh nan im trapped im trapped Naneun jichyeoga na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa
Sege heundeureo nareul kkaewojugenni kkaewojugenni im trapped im trapped
Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na
Ijen ne aneseo nareul nohajugenni nohajugenni im trapped im trapped
Im trapped oh~ im trapped oh~ Im trapped oh~ im trapped yeah~ Neol itgo sipeo (neol itgo sipeo) naragago sipeo (naragago sipeo)
Neol naeryeonoko (neol naeryeonoko) jayuropgo sipeo (jayuropgo sipeo) Naneun jichyeoga na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa
Sege heundeureo nareul kkaewojugenni kkaewojugenni im trapped im trapped
Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na
Ijen ne aneseo nareul nohajugenni nohajugenni im trapped im trapped
Im trapped oh~ im trapped oh~ (x2) Im trapped oh~ ooh~ ooh~
_____________ [ Indonesia Translate ] ____________
Aku tidak mampu menggerakan tubuh ini, mengapa semuanya semakin berat?
Terusudut aku didalam hatimu, yeah
Ingin kusentuh dirimu, tapi kegelapan menghadangku
Terpaerangkap selamanya ditempat yang sama, ya.. ditempat itu.. Diriku semakin terlupakan olehmu,
Didalam cinta yang selalu bertahan ini.
Aku terperangkap, aku terperangkap Lelah terus menyambangiku, saat aku sadar semua ini hanya impianku saja
Bisakah kah kau menhampiriku dan membangunkanku, bangunkan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku kehilangan diriku sendiri, tanpamu aku bahkan tidak ingat namaku sendiri
Sekarang, akankah kau melepaskanku dari dirimu, lepaskan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku terperangkap, aku terperangkap Kau dan aku, kita menjadi begitu berbeda
Dengan dirimu, dalam keserakahan tanpa ujungmu
AKu tak ayalnya seekor burung dalam sangkar kecil yang kau tinggalkan
Terbang jauhpun, aku tidak bisa Dalam perangkapmu, aku semakin lemah
Didalam cinta yang selalu bertahan ini.
Aku terperangkap, aku terperangkap Lelah terus menyambangiku, saat aku sadar semua ini hanya impianku saja
Bisakah kah kau menhampiriku dan membangunkanku, bangunkan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku kehilangan diriku sendiri, tanpamu aku bahkan tidak ingat namaku sendiri
Sekarang, akankah kau melepaskanku dari dirimu, lepaskan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku terperangkap, aku terperangkap Aku terperangkap, aku terperangkap Inginku melupakanmu (melupakanmu)
Inginku untuk terbang jauh (terbang jauh)
Inginku membiarkanmu pergi (biarkan kau pergi)
Inginku rasakan kebebasan ( Kebebasan) Lelah terus menyambangiku, saat aku sadar semua ini hanya impianku saja
Bisakah kah kau menhampiriku dan membangunkanku, bangunkan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku kehilangan diriku sendiri, tanpamu aku bahkan tidak ingat namaku sendiri
Sekarang, akankah kau melepaskanku dari dirimu, lepaskan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku terperangkap, aku terperangkap Lelah terus menyambangiku, saat aku sadar semua ini hanya impianku saja
Bisakah kah kau menhampiriku dan membangunkanku, bangunkan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku kehilangan diriku sendiri, tanpamu aku bahkan tidak ingat namaku sendiri
Sekarang, akankah kau melepaskanku dari dirimu, lepaskan aku?
Aku terperangkap, aku terperangkap
Aku terperangkap, aku terperangkap Aku terperangkap…
EXO - WOLF
[Chanyeol] Chogiwa danbeone
neukkyeo
Neol hanibe chijeucheoreom
jibeoneoheulteda
[Kris] Hyanggimatgo saekkkal
eummihago Wainboda uahage jabameogeulteda
[Kai] A geureonde baltobe himi
ppajyeo immatkkaji
yeah eobseojyeo
Hoksi naega apeungeolkka
byeongirado geollingeoni Yeah [Baekhyun] keunillatdae
[Sehun] Jeongsincharyeo eojjeoda
inganege mameul
Ppaetgyeobeoryeonna
[Baekhyun] Geunyeoneun
hanipgeori ppunirago [All] Hey hwak mureo geu daeum
mangmak heundeureo
jeongsinirke
Hey ja, [Chanyeol] anhaebon
seutaillo jeo keun
boreumdari jigijeone haechiwora [All] Geurae wolf naega wolf auuu-
(A saranghaeyo)
[Luhan] Nan neukdaego neon
minyeo
[All] Geurae wolf naega wolf auuu-
(A saranghaeyo) [Kai] Nan neukdaego neon minyeo
[Luhan] Geobuhalsu eobsi
gangnyeolhan i neukkime
ppajyeobeoryeo nareul nwasseo
[Baekhyun] Nan dansunhage joha
nae soge sumeoitdeon geosi jigeum nuntteosseo
(Iya) [Suho] Geunyeol jombwa
gongpoe ppajyeo
Nunapui situation ihae motaemotae
[D.O] Jeo deoreoun neukdaenomi
gyeolguk nal jabameokgetji
[Lay] Geuge aninde sarange ppajin
geomnida
[Xiumin] Neomu areumdawo
areumdawo areumdawo(wolf)
[Xiumin & Lay] Geudae nae nima nae nima nae nima (wolf)
[Xiumin, Lay, & Tao] Nareul
duryeowo duryeowo
duryeowo ma
[All] Naneun teukbyeolhan
teukbyeolhan teukbyeolhan(wolf)
Geudael saranghaneun
saranghaneun saranghaneun (wolf)
Nege nuni meon nuni meon nuni
meon(wolf)
[All] Hey hwak mureo geu daeum mangmak heundeureo
jeongsinirke
Hey ja, [Xiumin] Anhaebon seutaillo
jeo
keunboreumdari jigijeone
haechiwora [All] Geurae wolf naega wolf auuu-
A saranghaeyo
[Tao] Nan neukdaego neon minyeo
[All] Geurae wolf naega wolf auuu-
A saranghaeyo
[Xiumin] Nan neukdaego neon minyeo
[Kai] Neol motkkeunkesseo
keunillasseo ([D.O] Ooo)
[Kris] Neol motkkeunkesseo
keunillasseo ([Baekhyun]
(Yeahh Yeah!) [Suho] Jeo norandari nareul nollyeo
neoreul gajilsu eopdago
[Chanyeol] Naneun geunyang
geochin yasuinde
[D.O] Geuttan malhalgeomyeon
kkeojyeo pillyohadamyeon nal bakkwo
[Chen] Geunyeol jeolttae bonaelsuga
eobseo
[D.O] Geobuhalsu eobsi
gangnyeolhan i neukkime
ppajyeobeoryeo nareul nwasseo [Baekhyun] Nan dansunhange joha
nae soge
sumeoitdeon geosi jigeum
nuntteosseo
[D.O] Geobuhalsu eobsi
gangnyeolhan i neukkime ppajyeobeoryeo nareul nwasseo
[Chen] Nan dansunhange joha [Chen
& Baekhyun] nae
soge sumeoisseotdeon geosi jigeum
nuntteosseo
(Hey hwak mureo geu daeum mangmak heundeure jeongsinirke
Hey , anhaebon seutaillo)
[All] Geurae wolf naega wolf auuu-
A saranghaeyo
[Kris] Nan neukdaego neon minyeo
[All] Geurae wolf naega wolf auuu- A saranghaeyo
[Kai] Nan neukdaego neon minyeo
Translate Bhs. Indonesia~
Aku merasakan sebuah sensasi, aku
merasakan itu sekaligus
Aku akan membawamu seteguk
seperti keju
Aku meletakkan pada aroma(mu),
meneliti warnamu Aku akan memakanmu lebih lembut
ketimbang aku meminum wine
Ah, tapi kekuatan di kukuku
meleleh
Jadi aku kehilangan nafsu
Mungkin aku sakit, apakah aku jatuh sakit?
Ya, aku dalam masalah
Mendapatkan pegangan
Bagaimana hatimu dicuri manusia?
Manusia hanya akan memakan satu
gigitan Hey! Menggigit sangat ketat dan
kemudian mengocok, kocok sampai
kamu kehilangan pikiran
Hey! Melakukan hal itu dengan gaya
yang tak pernah kamu coba
Sebelum bulan purnama yang besar muncul, melakukan begitu saja
Benar serigala, aku serigala,
AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali
Benar serigala, aku serigala, AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali
Aku sudah sangat jatuh cinta tidak
tertahankan, perasaan ini kuat dan
aku sudah melepaskan (diriku) Aku suka yang simple
Hal yang tersembunyi dariku telah
membuka matany
Eeyahh! Lihatlah gadis jatuh ke
dalam teror
Tidak bisa, tidak bisa memahami situasi di depan matanya
“Itu kotor, serigala jantan akan
memakanku”
Tapi bukan itu. Aku sudah jatuh
cinta [kamu]
Aku sudah menjadi pro. Seorang dewi sepertimu
Orang yang mencuri hatiku
Aku hanya seorang korban yang
sehat
Aku sudah bodoh. Dewi sepertimu
Pemilik yang menarik semua gigiku Aku hanya hamba yang setia
Hey! Menggigit sangat ketat dan
kemudian mengocok, kocok sampai
kamu kehilangan pikiran
Hey! Melakukan hal itu dengan gaya
yang tak pernah kamu coba Sebelum bulan purnama yang besar
muncul, melakukan begitu saja
Benar serigala, aku serigala,
AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali Benar serigala, aku serigala,
AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali
Mungkin aku sakit, apakah aku
jatuh sakit? Ya, aku dalam masalah
Mendapatkan pegangan
Bagaimana hatimu dicuri manusia?
Manusia hanya akan memakan satu
gigitan
Bulan yang kuning menggodaku, bahwa aku tak bisa memiliki kamu
“Tapi kamu hanya binatang kasar.”
Jika kamu bilang seperti itu, maka
tersesat!
Kalau kamu butuh aku, ubah diriku!
Aku tak pernah bisa membiarkannya pergi
Aku sudah sangat jatuh cinta tidak
tertahankan, perasaan ini kuat dan
aku sudah melepaskan (diriku)
Aku suka yang simple
Hal yang tersembunyi dariku telah membuka matanya
Benar serigala, aku serigala,
AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali
Benar serigala, aku serigala, AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali
neukkyeo
Neol hanibe chijeucheoreom
jibeoneoheulteda
[Kris] Hyanggimatgo saekkkal
eummihago Wainboda uahage jabameogeulteda
[Kai] A geureonde baltobe himi
ppajyeo immatkkaji
yeah eobseojyeo
Hoksi naega apeungeolkka
byeongirado geollingeoni Yeah [Baekhyun] keunillatdae
[Sehun] Jeongsincharyeo eojjeoda
inganege mameul
Ppaetgyeobeoryeonna
[Baekhyun] Geunyeoneun
hanipgeori ppunirago [All] Hey hwak mureo geu daeum
mangmak heundeureo
jeongsinirke
Hey ja, [Chanyeol] anhaebon
seutaillo jeo keun
boreumdari jigijeone haechiwora [All] Geurae wolf naega wolf auuu-
(A saranghaeyo)
[Luhan] Nan neukdaego neon
minyeo
[All] Geurae wolf naega wolf auuu-
(A saranghaeyo) [Kai] Nan neukdaego neon minyeo
[Luhan] Geobuhalsu eobsi
gangnyeolhan i neukkime
ppajyeobeoryeo nareul nwasseo
[Baekhyun] Nan dansunhage joha
nae soge sumeoitdeon geosi jigeum nuntteosseo
(Iya) [Suho] Geunyeol jombwa
gongpoe ppajyeo
Nunapui situation ihae motaemotae
[D.O] Jeo deoreoun neukdaenomi
gyeolguk nal jabameokgetji
[Lay] Geuge aninde sarange ppajin
geomnida
[Xiumin] Neomu areumdawo
areumdawo areumdawo(wolf)
[Xiumin & Lay] Geudae nae nima nae nima nae nima (wolf)
[Xiumin, Lay, & Tao] Nareul
duryeowo duryeowo
duryeowo ma
[All] Naneun teukbyeolhan
teukbyeolhan teukbyeolhan(wolf)
Geudael saranghaneun
saranghaneun saranghaneun (wolf)
Nege nuni meon nuni meon nuni
meon(wolf)
[All] Hey hwak mureo geu daeum mangmak heundeureo
jeongsinirke
Hey ja, [Xiumin] Anhaebon seutaillo
jeo
keunboreumdari jigijeone
haechiwora [All] Geurae wolf naega wolf auuu-
A saranghaeyo
[Tao] Nan neukdaego neon minyeo
[All] Geurae wolf naega wolf auuu-
A saranghaeyo
[Xiumin] Nan neukdaego neon minyeo
[Kai] Neol motkkeunkesseo
keunillasseo ([D.O] Ooo)
[Kris] Neol motkkeunkesseo
keunillasseo ([Baekhyun]
(Yeahh Yeah!) [Suho] Jeo norandari nareul nollyeo
neoreul gajilsu eopdago
[Chanyeol] Naneun geunyang
geochin yasuinde
[D.O] Geuttan malhalgeomyeon
kkeojyeo pillyohadamyeon nal bakkwo
[Chen] Geunyeol jeolttae bonaelsuga
eobseo
[D.O] Geobuhalsu eobsi
gangnyeolhan i neukkime
ppajyeobeoryeo nareul nwasseo [Baekhyun] Nan dansunhange joha
nae soge
sumeoitdeon geosi jigeum
nuntteosseo
[D.O] Geobuhalsu eobsi
gangnyeolhan i neukkime ppajyeobeoryeo nareul nwasseo
[Chen] Nan dansunhange joha [Chen
& Baekhyun] nae
soge sumeoisseotdeon geosi jigeum
nuntteosseo
(Hey hwak mureo geu daeum mangmak heundeure jeongsinirke
Hey , anhaebon seutaillo)
[All] Geurae wolf naega wolf auuu-
A saranghaeyo
[Kris] Nan neukdaego neon minyeo
[All] Geurae wolf naega wolf auuu- A saranghaeyo
[Kai] Nan neukdaego neon minyeo
Translate Bhs. Indonesia~
Aku merasakan sebuah sensasi, aku
merasakan itu sekaligus
Aku akan membawamu seteguk
seperti keju
Aku meletakkan pada aroma(mu),
meneliti warnamu Aku akan memakanmu lebih lembut
ketimbang aku meminum wine
Ah, tapi kekuatan di kukuku
meleleh
Jadi aku kehilangan nafsu
Mungkin aku sakit, apakah aku jatuh sakit?
Ya, aku dalam masalah
Mendapatkan pegangan
Bagaimana hatimu dicuri manusia?
Manusia hanya akan memakan satu
gigitan Hey! Menggigit sangat ketat dan
kemudian mengocok, kocok sampai
kamu kehilangan pikiran
Hey! Melakukan hal itu dengan gaya
yang tak pernah kamu coba
Sebelum bulan purnama yang besar muncul, melakukan begitu saja
Benar serigala, aku serigala,
AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali
Benar serigala, aku serigala, AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali
Aku sudah sangat jatuh cinta tidak
tertahankan, perasaan ini kuat dan
aku sudah melepaskan (diriku) Aku suka yang simple
Hal yang tersembunyi dariku telah
membuka matany
Eeyahh! Lihatlah gadis jatuh ke
dalam teror
Tidak bisa, tidak bisa memahami situasi di depan matanya
“Itu kotor, serigala jantan akan
memakanku”
Tapi bukan itu. Aku sudah jatuh
cinta [kamu]
Aku sudah menjadi pro. Seorang dewi sepertimu
Orang yang mencuri hatiku
Aku hanya seorang korban yang
sehat
Aku sudah bodoh. Dewi sepertimu
Pemilik yang menarik semua gigiku Aku hanya hamba yang setia
Hey! Menggigit sangat ketat dan
kemudian mengocok, kocok sampai
kamu kehilangan pikiran
Hey! Melakukan hal itu dengan gaya
yang tak pernah kamu coba Sebelum bulan purnama yang besar
muncul, melakukan begitu saja
Benar serigala, aku serigala,
AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali Benar serigala, aku serigala,
AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali
Mungkin aku sakit, apakah aku
jatuh sakit? Ya, aku dalam masalah
Mendapatkan pegangan
Bagaimana hatimu dicuri manusia?
Manusia hanya akan memakan satu
gigitan
Bulan yang kuning menggodaku, bahwa aku tak bisa memiliki kamu
“Tapi kamu hanya binatang kasar.”
Jika kamu bilang seperti itu, maka
tersesat!
Kalau kamu butuh aku, ubah diriku!
Aku tak pernah bisa membiarkannya pergi
Aku sudah sangat jatuh cinta tidak
tertahankan, perasaan ini kuat dan
aku sudah melepaskan (diriku)
Aku suka yang simple
Hal yang tersembunyi dariku telah membuka matanya
Benar serigala, aku serigala,
AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali
Benar serigala, aku serigala, AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali
My Everything - Super Junior Donghae
The loneliness of nights alone
the search for strength to carry on
my every hope has seemed to die
my eyes had no more tears to cry
then like the sun shining up above
you surrounded me with your endless love
Coz all the things I couldn’t see are now so clear to me
You are my everything
Nothing your love won’t bring
My life is yours alone
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
On bended knee
That you will always be
My everything
You’re the breath of life in me
the only one that sets me free
and you have made my soul complete
for all time (for all time)
You are my everything (you are my everything)
Nothing your love won’t bring (nothing your love won’t bring)
My life is yours alone (alone)
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through (your spirit pulls me through)
When nothing else will do (when nothing else will do)
Every night I pray (I pray)
On bended knee (on my knee)
That you will always bebe my everything
[almost spoken:] Every night I pray
down on bended knee
that you will always be
my everything
oh my everything
the search for strength to carry on
my every hope has seemed to die
my eyes had no more tears to cry
then like the sun shining up above
you surrounded me with your endless love
Coz all the things I couldn’t see are now so clear to me
You are my everything
Nothing your love won’t bring
My life is yours alone
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
On bended knee
That you will always be
My everything
You’re the breath of life in me
the only one that sets me free
and you have made my soul complete
for all time (for all time)
You are my everything (you are my everything)
Nothing your love won’t bring (nothing your love won’t bring)
My life is yours alone (alone)
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through (your spirit pulls me through)
When nothing else will do (when nothing else will do)
Every night I pray (I pray)
On bended knee (on my knee)
That you will always bebe my everything
[almost spoken:] Every night I pray
down on bended knee
that you will always be
my everything
oh my everything
FF "SAHUR!"
Author: ShinSparks
Cast: Super Junior's 13 members.Genre: Parody, Comedy, Brothership.
Disclaimer: Alur cerita murni pemikiran saya. Seluruh pemeran adalah milik keluarga masing-masing. Maaf jika ada kesamaan alur, karna ini adalah imajinasi saja. Copast? Mohon izin dan beri nama authornya. This original story by @tanchan__ ^^
At Star City apartemen, Seoul, South Korea. -02:00 KST-
Pada sebuah apartemen dengan berisi kan tigabelas pria-pria tampan itu nampak sunyi. Seorang pria tampan dengan sayap di punggungnya itu nampak memutar-mutar tubuhnya di hadapan kaca. Senyumannya mengembang. Lalu ia beranjak keluar dari kamar dan melangkah menuju dapur untuk mengambil panci. Tangannya beralih mengambil spatula juga.
"SAHUR .. SAHUR .." teriaknya dengan menaikan satu oktaf pada suaranya. Sang Leader itu nampak semangat sambil melompat-lompat dan membuat sayap yang ada di punggungnya itu bergerak.
Duak! Duak! Duak! Duak!
"SAAHHHUUURR~" pekiknya lagi, kali ini suaranya bertambah delapan oktaf.
Leeteuk melangkah memasuki kamar para member. Mulai dari Heechul, sampai Kyuhyun. Leeteuk berteriak sambil memukul panci dengan spatula milik Ryeowook. Terkadang, ia juga melompat-lompat ala pocong.
"Hyung, jangan merusak panci baruku!" protes Ryeowook menarik panci yang di bawa oleh Leeteuk. Dan itu, membuat bibir Leeteuk mengerucut seperti bebek.
"Aku meminjamnya untuk kebaikan, Wookie-ya. Ini sudah pekerjaanku, pekerjaan sampingan, yaitu, menyebar kebaikan. Aku malaikat tak bersayap, tetapi jika di bulan Ramadhan, aku menjadi malaikat tampan yang bersayap." jelas Leeteuk sambil menunjukkan sayapnya yang berwarna putih.
"Gwenchana, hyung. Asalkan, kau tidak memakai cangkang Ddangkoma." sahut Yesung memeluk Ddangkoma.
Leeteuk pun kembali pada pekerjaan semula, ia memasuki kamar EunHae. Tapi sebelum memasukinya, Leeteuk menyumpal lubang hidungnya dengan kapas yang sudah ia sediakan. Leeteuk nampak bergidik setelah menyalakan lampu kamar EunHae, karena banyak pakaian dalam yang kotor berceceran di lantai kamar.
"Sahuuurrrrr..." Leeteuk memukuli pantat EunHae dengan spatula milik Ryeowook yang tadinya lupa di ambil oleh sang empunya. "SAHUR, WOY! SAHUR!"
"Pisang... Mmmm.. Eungh... Pisang..." racau Eunhyuk meraba-raba wajah Donghae. Kemudian telunjuk kanannya menerobos masuk ke salah satu lubang hidung Donghae.
"Argh!" Donghae menerjap sambil mengeluarkan telunjuk Eunhyuk dan menatap sebuah benda kecil berwarna gelap yang ada di telunjuk Eunhyuk. "AIGOO! Nae upil!"
Leeteuk menggeleng pelan, lalu memukul pantat EunHae lagi. "BANGUN! Sahur~"
Leeteuk kembali memasuki kamar yang paling disegani para member SuJu. Yaitu, HanChulBum. Leeteuk nampak menelan ludahnya ketika melihat tingkah ketiga dongsaeng-nya saat tidur.
"Hankyung-ah! Chullie-ya! Bummie-ya! Bangun, woy! SAHUR!" Leeteuk menendang pantat Hankyung dan Kibum dengan kencang. Lalu ia melangkah mendekati Heechul dan berjongkok di hadapannya. "Chullie-ya.. Ayo bangun." ujarnya dengan suara lemah lembut.
DUAGH!
Kibum beranjak bangun dan menerjapkan mata, lalu tatapannya beralih pada Leeteuk yang tengah terkapar di lantai. "Hyung! Teukie hyung!"
"Mmmm.. Kepalaku..." keluh Leeteuk sambil menyentuh kepalanya yang tidak sengaja ketendang oleh kaki Heechul.
Heechul menguap kecil, kemudian beranjak bangun dan pergi tanpa rasa berdosa pada hyung tertuanya. Leeteuk murung.
"Hyung, malaikat itu tidak boleh marah. Ara?" timpal Hankyung.
Seketika wajahnya kembali cerah, "Aku malaikat yang baik hati dan tidak pelit akan tetap tersenyum!" ucapnya entah pada siapa.
Leeteuk pun kembali meloncat menuju kamar yang terakhir. Yaitu.. KYUMIN. Hahahahahahahahaha... *authorketawasetan*
"SAHUUURRR~" teriak Leeteuk dengan riang. Sungmin yang sedang meminum air putih itu tersedak.
"Aku tahu, hyung." jawab Sungmin kesal, lalu pergi menuju ruang makan. Meninggalkan Leeteuk yang tersenyum berseri-seri sambil menatapi Kyuhyun yang masih mendengkur di balik selimut.
"CHO KYUHYUN~ BANGUN!" teriak Leeteuk sambil meloncat-loncat di atas ranjang.
Kyuhyun tak bergeming. Ia tetap mendengkur keras dengan air liur yang berpulau di bantalnya.
"Hosh.. Hosh.. Lelah juga." gumam Leeteuk seraya membanting tubuhnya ke samping Kyuhyun. "Kyuhyun-ah, bangunlah."
"KYU!" Leeteuk menampar-nampar pipi Kyuhyun dengan kesal. Karena tak kunjung ada tanda-tanda kehidupan(?) pada maknae-nya, Leeteuk pun memilih pergi untuk sahur dengan member lainnya. Sedangkan Kyuhyun?
Entahlah.
END!
Demi apapun-_- ini jelek banget!
Cast: Super Junior's 13 members.Genre: Parody, Comedy, Brothership.
Disclaimer: Alur cerita murni pemikiran saya. Seluruh pemeran adalah milik keluarga masing-masing. Maaf jika ada kesamaan alur, karna ini adalah imajinasi saja. Copast? Mohon izin dan beri nama authornya. This original story by @tanchan__ ^^
At Star City apartemen, Seoul, South Korea. -02:00 KST-
Pada sebuah apartemen dengan berisi kan tigabelas pria-pria tampan itu nampak sunyi. Seorang pria tampan dengan sayap di punggungnya itu nampak memutar-mutar tubuhnya di hadapan kaca. Senyumannya mengembang. Lalu ia beranjak keluar dari kamar dan melangkah menuju dapur untuk mengambil panci. Tangannya beralih mengambil spatula juga.
"SAHUR .. SAHUR .." teriaknya dengan menaikan satu oktaf pada suaranya. Sang Leader itu nampak semangat sambil melompat-lompat dan membuat sayap yang ada di punggungnya itu bergerak.
Duak! Duak! Duak! Duak!
"SAAHHHUUURR~" pekiknya lagi, kali ini suaranya bertambah delapan oktaf.
Leeteuk melangkah memasuki kamar para member. Mulai dari Heechul, sampai Kyuhyun. Leeteuk berteriak sambil memukul panci dengan spatula milik Ryeowook. Terkadang, ia juga melompat-lompat ala pocong.
"Hyung, jangan merusak panci baruku!" protes Ryeowook menarik panci yang di bawa oleh Leeteuk. Dan itu, membuat bibir Leeteuk mengerucut seperti bebek.
"Aku meminjamnya untuk kebaikan, Wookie-ya. Ini sudah pekerjaanku, pekerjaan sampingan, yaitu, menyebar kebaikan. Aku malaikat tak bersayap, tetapi jika di bulan Ramadhan, aku menjadi malaikat tampan yang bersayap." jelas Leeteuk sambil menunjukkan sayapnya yang berwarna putih.
"Gwenchana, hyung. Asalkan, kau tidak memakai cangkang Ddangkoma." sahut Yesung memeluk Ddangkoma.
Leeteuk pun kembali pada pekerjaan semula, ia memasuki kamar EunHae. Tapi sebelum memasukinya, Leeteuk menyumpal lubang hidungnya dengan kapas yang sudah ia sediakan. Leeteuk nampak bergidik setelah menyalakan lampu kamar EunHae, karena banyak pakaian dalam yang kotor berceceran di lantai kamar.
"Sahuuurrrrr..." Leeteuk memukuli pantat EunHae dengan spatula milik Ryeowook yang tadinya lupa di ambil oleh sang empunya. "SAHUR, WOY! SAHUR!"
"Pisang... Mmmm.. Eungh... Pisang..." racau Eunhyuk meraba-raba wajah Donghae. Kemudian telunjuk kanannya menerobos masuk ke salah satu lubang hidung Donghae.
"Argh!" Donghae menerjap sambil mengeluarkan telunjuk Eunhyuk dan menatap sebuah benda kecil berwarna gelap yang ada di telunjuk Eunhyuk. "AIGOO! Nae upil!"
Leeteuk menggeleng pelan, lalu memukul pantat EunHae lagi. "BANGUN! Sahur~"
Leeteuk kembali memasuki kamar yang paling disegani para member SuJu. Yaitu, HanChulBum. Leeteuk nampak menelan ludahnya ketika melihat tingkah ketiga dongsaeng-nya saat tidur.
"Hankyung-ah! Chullie-ya! Bummie-ya! Bangun, woy! SAHUR!" Leeteuk menendang pantat Hankyung dan Kibum dengan kencang. Lalu ia melangkah mendekati Heechul dan berjongkok di hadapannya. "Chullie-ya.. Ayo bangun." ujarnya dengan suara lemah lembut.
DUAGH!
Kibum beranjak bangun dan menerjapkan mata, lalu tatapannya beralih pada Leeteuk yang tengah terkapar di lantai. "Hyung! Teukie hyung!"
"Mmmm.. Kepalaku..." keluh Leeteuk sambil menyentuh kepalanya yang tidak sengaja ketendang oleh kaki Heechul.
Heechul menguap kecil, kemudian beranjak bangun dan pergi tanpa rasa berdosa pada hyung tertuanya. Leeteuk murung.
"Hyung, malaikat itu tidak boleh marah. Ara?" timpal Hankyung.
Seketika wajahnya kembali cerah, "Aku malaikat yang baik hati dan tidak pelit akan tetap tersenyum!" ucapnya entah pada siapa.
Leeteuk pun kembali meloncat menuju kamar yang terakhir. Yaitu.. KYUMIN. Hahahahahahahahaha... *authorketawasetan*
"SAHUUURRR~" teriak Leeteuk dengan riang. Sungmin yang sedang meminum air putih itu tersedak.
"Aku tahu, hyung." jawab Sungmin kesal, lalu pergi menuju ruang makan. Meninggalkan Leeteuk yang tersenyum berseri-seri sambil menatapi Kyuhyun yang masih mendengkur di balik selimut.
"CHO KYUHYUN~ BANGUN!" teriak Leeteuk sambil meloncat-loncat di atas ranjang.
Kyuhyun tak bergeming. Ia tetap mendengkur keras dengan air liur yang berpulau di bantalnya.
"Hosh.. Hosh.. Lelah juga." gumam Leeteuk seraya membanting tubuhnya ke samping Kyuhyun. "Kyuhyun-ah, bangunlah."
"KYU!" Leeteuk menampar-nampar pipi Kyuhyun dengan kesal. Karena tak kunjung ada tanda-tanda kehidupan(?) pada maknae-nya, Leeteuk pun memilih pergi untuk sahur dengan member lainnya. Sedangkan Kyuhyun?
Entahlah.
END!
Demi apapun-_- ini jelek banget!
FF "Promise to Believe!"
Author: ShinSparks
Cast: Super Junior's 13 members and Prince manager.
Genre: Sad, Brothership.
Disclaimer: Alur cerita murni pemikiran saya. Seluruh pemeran adalah milik keluarga masing-masing. Maaf jika ada kesamaan alur, karna ini adalah imajinasi saja. Copast? Mohon izin dan beri nama authornya.
Promise to Believe! Setiap awal pertemuan, pasti ada sebuah akhir yang disebut perpisahan. Sama halnya dengan sebuah kepercayaan dan janji. Percaya jika akan di pertemukan kembali, dan janji... Janji untuk tidak berpisah lagi.
*****
"Hankyung-ah! Apa maksudmu?" Leeteuk menggeram dengan wajah murka pada seorang pria tampan berdarah Chinese di hadapannya.
Hankyung tersenyum. Mungkin, bagi Leeteuk, senyumannya begitu memuakkan. Namun di sisi lain, senyuman ini adalah yang terakhir. "Leeteuk hyung, maafkan aku."
Yesung yang ada di samping Hankyung itu mulai merunduk dalam, tidak berani tuk sekedar menatap mata sang leader. Sejujurnya, Yesung sudah tahu. Hankyung telah mengatakan hal itu pada dirinya setelah promosi Sorry Sorry. Namun begitulah, Hankyung menyuruhnya diam.
"Kau..."
"Aku sudah mengirim fax-nya kepada Sajangnim kemarin," sela Hankyung sebelum Leeteuk melanjutkan perkataan yang mampu merobohkan pertahanannya. Air mata itu memburamkan mata Leeteuk, sesegera mungkin ia beranjak berdiri di samping Hankyung dan memeluknya. Jatuhlah air mata mereka.
"Kau jahat sekali, huh!" kata Leeteuk terisak pelan. Hankyung menangis, namun ia tetap tersenyum pada beberapa dongsaeng yang ada di hadapannya.
"Apa alasanmu untuk pergi?" Heechul datang dengan mata memerah dan wajah dingin dari arah kamarnya. Hankyung mendongak. Seketika, hatinya terasa tergores saat Heechul menitikkan air mata.
"Hyung.." gumam Hankyung bergetar.
"Jangan sok formal! Cepat, JAWAB!" teriak Heechul kalut. Kyuhyun yang sudah terisak itu mencoba menenangkan Heechul, namun segera Heechul hentakkan tangan Kyuhyun yang memegang bahunya.
Leeteuk mengeratkan pelukkannya pada Hankyung sembari terisak pilu. "Aku memang tidak berguna. Tidak semestinya, aku menjadi pemimpin bagi kalian. Aku cengeng, aku lemah, dan aku bodoh. Aku tidak dapat melakukan hal yang mampu... mampu membuat Super Junior... hiks..." Leeteuk tak sanggup meneruskan perkataannya.
"Aku hengkang dari Super Junior, karena... Eomma. Ibuku, aku merindukannya. Aku tidak merasa tenang berada jauh dari jangkauan beliau," Hankyung terisak, kemudian melepaskan pelukan Leeteuk. "Leader Teukie~ aku mengagumimu."
"Maafkan aku," gumam Yesung pelan.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan, Yesung-ah. Kau memang tempat curahan hatiku yang setia. Terimakasih." jawab Hankyung membungkuk pada Yesung yang merunduk di sofa.
"Apa ini karena, aku?" sahut Kyuhyun menunjuk dirinya. "Semenjak aku hadir menjadi bagian dari Super Junior, selalu ada masalah. Aku memang tidak pantas menjadi bagian dari Super Junior!" lanjut Kyuhyun.
Hankyung menggeleng cepat, berusaha menyanggah pernyataan Kyuhyun yang terlalu menohok hati, "Aniya. Kau tidak pantas mengatakan hal itu, Kyuhyun-ah. Aku sudah memikirkan hal ini dari dulu, dari jaman Super Junior05 pra-debut."
"Jangan tinggalkan kami, hyung." sahut Donghae terisak.
"Hankyung-ah, kau mendapatkan balasan dari Sajangnim." sahut Prince manager menyerahkan map kuning pada Hankyung. Hankyung menerimanya, lalu membaca surat balasan itu.
"Aku sudah resmi, hengkang dari SM entertaimen dan Super Junior. Aku, Tan Hangeng. Bukan lagi, Super Junior Hankyung."
*****
"Hyung, aku lelah." Ryeowook mengusap peluh dengan handuk kecilnya.
Empat jam berlatih dance memang menguras tenaga sepuluh pemuda tampan ini. Ryeowook menyahut botol mineral dan meminumnya dengan sekali tegak. Sungmin, Shindong, Eunhyuk dan Ryeowook membaringkan tubuh mereka dilantai. Mereka menatap langit-langit ruangan dengan tatapan menerawang.
"Hummm... Beberapa bulan sesudah hengkang Hankyung hyung dari SuJu, SuJu terasa sepi, ne? Apalagi setelah Kangin hyung terkena kecelakaan beruntun dan memasuki wamil. Huhhh... Setelah ini, siapa, ne?" kata Sungmin menerawang jauh.
"Yak! Tidak boleh berkata seperti itu!" sahut Shindong kesal.
Eunhyuk memejamkan mata sejenak sambil mengatur napas, "Kibum... Kemana dia?"
"Kibum kan sedang syuting drama baru, hyung." jawab Ryeowook pelan.
"Yak! Maknae!" seru Shindong memanggil Kyuhyun yang tengah berkencan dengan PSP putihnya.
Kyuhyun mendengus kesal dan beranjak menghampiri Shindong dengan wajah kusut. Bagaimana pun juga, Shindong telah merusak acara pentingnya.
"Kyunie-ya, ayo setelah ini kita pergi mencari makanan. Lalu kita pergi ke games center!" ajak Shindong berbinar.
Kyuhyun mendelik berbinar pada Shindong ketika ia menyantumkan games center pada perkataannya. Kyuhyun mengangguk-anggukan kepalanya dengan semangat, kemudian berlari mengganti baju.
"Ah, kalian ini.. Terlalu memanjakannya." komentar Eunhyuk mencibir.
"Kalian?" gumam Shindong heran.
"NE! Hyung, dan Sungmin hyung!" sahut Ryeowook kesal.
"Tidak apa-apa, lagi pula, dia itu maknae yang manis," jawab Sungmin, di amini oleh Shindong.
"Ah, aku merindukannya.." gumam Heechul sembari duduk di samping Ryeowook.
"Siapa, hyung?" tanya Ryeowook penasaran.
Eunhyuk membuka matanya dan menatap Heechul, "Aku tahu.. tidak usah menyebutnya lagi, hyung."
Klek!
Pintu terbuka. Dua pemuda tampan itu memasuki ruang latihan Super Junior dengan wajah sulit diartikan. Prince manager berjalan mendekati Leeteuk yang tengah mengobrol bersama Kyuhyun, Siwon dan Donghae, diekori oleh Kibum.
"Cah, lihat! Kibum terlihat lucu! Seperti anak yang membuntuti ayahnya. Hahaha." ujar Heechul disambut gelak tawa member lainnya.
Prince manager mengatakan sesuatu pada Leeteuk, Siwon, Donghae, dan Kyuhyun. Anehnya, wajah keempat member SuJu itu menegang ketika mendengarnya dan Kibum hanya memasang wajah takut. Beberapa member yang memang tidak mendengarnya itu heran. Yesung yang baru keluar dari toilet itu menghampiri Leeteuk, kemudian mimik wajahnya juga menjadi tegang dan ia menangis.
"Ada baiknya, kita menghampiri mereka.." saran Sungmin, beranjak mendekati Prince manager dan di ikuti lainnya.
"Maafkan aku, hyung," ujar Kibum memeluk Leeteuk.
"Ada apa..?"
"Kibum hyung... hiks.. Dia resmi, vacum dari Super Junior, hyung." jawab Kyuhyun terisak dipelukan Siwon.
"Kau!" Heechul mengepalkan tangannya dan bersiap memukul wajah Kibum, namun segera dicegah Shindong.
"Aku vacum. Aku sudah meminta izin pada Lee Sajangnim. Aku vacum untuk mengejar cita-citaku menjadi Aktor handal seperti Siwonnie hyung." jelas Kibum menahan air matanya. "Aku juga tidak akan ikut berpatisipasi di album Mr. Simple karna aku akan benar-benar vacum, bukan absen lagi." lanjut Kibum.
Seluruh member Super Junior pun beranjak memeluk Kibum dan Prince manager hanya bisa menatap artisnya dengan senyuman miris. "Kibummie.."
*****
Sinar cahaya blitz kamera mulai menyelimuti ruang presscon Super Show 5 Jakarta. Delapan pemuda tampan itu nampak memasuki ruangan itu dengan blazer warna hitam dan emas.
"Urineun.. Syupeo Junioe-YO!" Delapan pemuda itu menjulurkan telapak tangan kanan mereka menghadap kamera, kemudian mereka di persilakan duduk. Blitz kamera kembali memenuhi ruangan tersebut. Kemudian, seorang gadis tampak berdiri disamping panggung sambil membawa sebuah tablet.
"Super Junior, bagaimana perasaan kalian mengenai SuperShow Indonesia ini?"
"Aku merindukan Indonesia. Sangat. Terlebih lagi, Siwonnie sudah berulang kali mengatakan padaku agar kami segera bersiap untuk konser Indonesia. Kekekke.." jawab Eunhyuk menatap Siwon yang sedari tadi tersenyum.
"Eum, bagaimana dengan SuperShow tahun ini? Apa konsepnya?"
"SuperShow tahun ini, sangat menakjubkan. Baru kali ini, kami bisa menyelenggarakan konser tunggal di Amerika Latin. It's so amazing. Dan, tentang konsep.. Tahun ini berbeda. Karena kami sudah agak sedikit tua kkk kami memilih konsep yang lebih dewasa." sahut Siwon sambil melirik Kangin dan Kyuhyun.
"Ah, tetapi walaupun kami tua, kami tetap imut. Tenang saja." timpal Kangin dengan serius, namun ia hanya bercanda. Semua orang pun tertawa atas respon yang diberikan oleh Kangin.
"Dan, kali ini, Super Junior hanya hadir dengan delapan personil. Bagaimana tanggapan kalian?"
Shindong berdeham dan tersenyum simpul sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan. "Saya pribadi, kecewa dan sedih. Biasanya, Leeteuk hyung-lah yang mengatur kami. Namun kami juga sadar, jika hyung juga harus pergi walau hanya sementara. Heechul hyung yang masih berada di militer dan Yesung hyung yang baru saja masuk militer Mei kemarin. Tentang Kibum ... ia masih vacum dari Super Junior."
"Dan tentang salah satu member yang hengkang, kami berharap, ia segera kumpul bersama kami kembali. Ber-tigabelas." sambung Sungmin tersenyum semanis mungkin, dan berusaha menutupi kesedihannya.
"Ah, apa kalian sudah lost contact dengan Hangeng?"
Semua member SuJu terdiam! Apa? Apa yang harus mereka katakan? Eunhyuk tersenyum pada wartawan tersebut. "Ya, kami sudah lost contact dengannya. Walaupun begitu, kami masih sering melihatnya melalui media di China."
"Berita yang ku dengar, Kim Ki Bum juga akan hengkang?"
"Aniya! Kim Kibum adalah Super Junior member. Kami tetap ber-tigabelas. Kami yakin, setelah Super Junior pensiun, kami ber-tigabelas akan kembali lagi di sebuah panggung yang sama. Kami akan bersama. Kami percaya, jika kami akan kembali lagi. Kami berjanji dengan hal itu. Karena Super Junior, akan selalu tigabelas." Kyuhyun yang sedari tadi mengeluh sakit, akhirnya turut berbicara.
Semua member SuJu kembali terdiam, namun kali ini, sambil menatap sang maknae. Riuh tepuk tangan pun terdengar di ruangan bernuansa biru ini. Donghae sudah menangis di bahu Eunhyuk. Semua member SuJu pun beranjak memeluk Kyuhyun dengan erat.
Di sisi lain. Seorang pria tampan dengan rambut berwarna silver itu memandang haru pada layar laptopnya. Keluarga. Rindu. Pria itu menitikan air matanya, ia merindukan saat dimana ia tengah bermain bersama dua hyung-nya dan sepuluh dongsaeng-nya. "Aku berjanji, aku akan kembali pada kalian. Aku... Super Junior Hankyung."
END
Garing banget masa-____-"
Cast: Super Junior's 13 members and Prince manager.
Genre: Sad, Brothership.
Disclaimer: Alur cerita murni pemikiran saya. Seluruh pemeran adalah milik keluarga masing-masing. Maaf jika ada kesamaan alur, karna ini adalah imajinasi saja. Copast? Mohon izin dan beri nama authornya.
Promise to Believe! Setiap awal pertemuan, pasti ada sebuah akhir yang disebut perpisahan. Sama halnya dengan sebuah kepercayaan dan janji. Percaya jika akan di pertemukan kembali, dan janji... Janji untuk tidak berpisah lagi.
*****
"Hankyung-ah! Apa maksudmu?" Leeteuk menggeram dengan wajah murka pada seorang pria tampan berdarah Chinese di hadapannya.
Hankyung tersenyum. Mungkin, bagi Leeteuk, senyumannya begitu memuakkan. Namun di sisi lain, senyuman ini adalah yang terakhir. "Leeteuk hyung, maafkan aku."
Yesung yang ada di samping Hankyung itu mulai merunduk dalam, tidak berani tuk sekedar menatap mata sang leader. Sejujurnya, Yesung sudah tahu. Hankyung telah mengatakan hal itu pada dirinya setelah promosi Sorry Sorry. Namun begitulah, Hankyung menyuruhnya diam.
"Kau..."
"Aku sudah mengirim fax-nya kepada Sajangnim kemarin," sela Hankyung sebelum Leeteuk melanjutkan perkataan yang mampu merobohkan pertahanannya. Air mata itu memburamkan mata Leeteuk, sesegera mungkin ia beranjak berdiri di samping Hankyung dan memeluknya. Jatuhlah air mata mereka.
"Kau jahat sekali, huh!" kata Leeteuk terisak pelan. Hankyung menangis, namun ia tetap tersenyum pada beberapa dongsaeng yang ada di hadapannya.
"Apa alasanmu untuk pergi?" Heechul datang dengan mata memerah dan wajah dingin dari arah kamarnya. Hankyung mendongak. Seketika, hatinya terasa tergores saat Heechul menitikkan air mata.
"Hyung.." gumam Hankyung bergetar.
"Jangan sok formal! Cepat, JAWAB!" teriak Heechul kalut. Kyuhyun yang sudah terisak itu mencoba menenangkan Heechul, namun segera Heechul hentakkan tangan Kyuhyun yang memegang bahunya.
Leeteuk mengeratkan pelukkannya pada Hankyung sembari terisak pilu. "Aku memang tidak berguna. Tidak semestinya, aku menjadi pemimpin bagi kalian. Aku cengeng, aku lemah, dan aku bodoh. Aku tidak dapat melakukan hal yang mampu... mampu membuat Super Junior... hiks..." Leeteuk tak sanggup meneruskan perkataannya.
"Aku hengkang dari Super Junior, karena... Eomma. Ibuku, aku merindukannya. Aku tidak merasa tenang berada jauh dari jangkauan beliau," Hankyung terisak, kemudian melepaskan pelukan Leeteuk. "Leader Teukie~ aku mengagumimu."
"Maafkan aku," gumam Yesung pelan.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan, Yesung-ah. Kau memang tempat curahan hatiku yang setia. Terimakasih." jawab Hankyung membungkuk pada Yesung yang merunduk di sofa.
"Apa ini karena, aku?" sahut Kyuhyun menunjuk dirinya. "Semenjak aku hadir menjadi bagian dari Super Junior, selalu ada masalah. Aku memang tidak pantas menjadi bagian dari Super Junior!" lanjut Kyuhyun.
Hankyung menggeleng cepat, berusaha menyanggah pernyataan Kyuhyun yang terlalu menohok hati, "Aniya. Kau tidak pantas mengatakan hal itu, Kyuhyun-ah. Aku sudah memikirkan hal ini dari dulu, dari jaman Super Junior05 pra-debut."
"Jangan tinggalkan kami, hyung." sahut Donghae terisak.
"Hankyung-ah, kau mendapatkan balasan dari Sajangnim." sahut Prince manager menyerahkan map kuning pada Hankyung. Hankyung menerimanya, lalu membaca surat balasan itu.
"Aku sudah resmi, hengkang dari SM entertaimen dan Super Junior. Aku, Tan Hangeng. Bukan lagi, Super Junior Hankyung."
*****
"Hyung, aku lelah." Ryeowook mengusap peluh dengan handuk kecilnya.
Empat jam berlatih dance memang menguras tenaga sepuluh pemuda tampan ini. Ryeowook menyahut botol mineral dan meminumnya dengan sekali tegak. Sungmin, Shindong, Eunhyuk dan Ryeowook membaringkan tubuh mereka dilantai. Mereka menatap langit-langit ruangan dengan tatapan menerawang.
"Hummm... Beberapa bulan sesudah hengkang Hankyung hyung dari SuJu, SuJu terasa sepi, ne? Apalagi setelah Kangin hyung terkena kecelakaan beruntun dan memasuki wamil. Huhhh... Setelah ini, siapa, ne?" kata Sungmin menerawang jauh.
"Yak! Tidak boleh berkata seperti itu!" sahut Shindong kesal.
Eunhyuk memejamkan mata sejenak sambil mengatur napas, "Kibum... Kemana dia?"
"Kibum kan sedang syuting drama baru, hyung." jawab Ryeowook pelan.
"Yak! Maknae!" seru Shindong memanggil Kyuhyun yang tengah berkencan dengan PSP putihnya.
Kyuhyun mendengus kesal dan beranjak menghampiri Shindong dengan wajah kusut. Bagaimana pun juga, Shindong telah merusak acara pentingnya.
"Kyunie-ya, ayo setelah ini kita pergi mencari makanan. Lalu kita pergi ke games center!" ajak Shindong berbinar.
Kyuhyun mendelik berbinar pada Shindong ketika ia menyantumkan games center pada perkataannya. Kyuhyun mengangguk-anggukan kepalanya dengan semangat, kemudian berlari mengganti baju.
"Ah, kalian ini.. Terlalu memanjakannya." komentar Eunhyuk mencibir.
"Kalian?" gumam Shindong heran.
"NE! Hyung, dan Sungmin hyung!" sahut Ryeowook kesal.
"Tidak apa-apa, lagi pula, dia itu maknae yang manis," jawab Sungmin, di amini oleh Shindong.
"Ah, aku merindukannya.." gumam Heechul sembari duduk di samping Ryeowook.
"Siapa, hyung?" tanya Ryeowook penasaran.
Eunhyuk membuka matanya dan menatap Heechul, "Aku tahu.. tidak usah menyebutnya lagi, hyung."
Klek!
Pintu terbuka. Dua pemuda tampan itu memasuki ruang latihan Super Junior dengan wajah sulit diartikan. Prince manager berjalan mendekati Leeteuk yang tengah mengobrol bersama Kyuhyun, Siwon dan Donghae, diekori oleh Kibum.
"Cah, lihat! Kibum terlihat lucu! Seperti anak yang membuntuti ayahnya. Hahaha." ujar Heechul disambut gelak tawa member lainnya.
Prince manager mengatakan sesuatu pada Leeteuk, Siwon, Donghae, dan Kyuhyun. Anehnya, wajah keempat member SuJu itu menegang ketika mendengarnya dan Kibum hanya memasang wajah takut. Beberapa member yang memang tidak mendengarnya itu heran. Yesung yang baru keluar dari toilet itu menghampiri Leeteuk, kemudian mimik wajahnya juga menjadi tegang dan ia menangis.
"Ada baiknya, kita menghampiri mereka.." saran Sungmin, beranjak mendekati Prince manager dan di ikuti lainnya.
"Maafkan aku, hyung," ujar Kibum memeluk Leeteuk.
"Ada apa..?"
"Kibum hyung... hiks.. Dia resmi, vacum dari Super Junior, hyung." jawab Kyuhyun terisak dipelukan Siwon.
"Kau!" Heechul mengepalkan tangannya dan bersiap memukul wajah Kibum, namun segera dicegah Shindong.
"Aku vacum. Aku sudah meminta izin pada Lee Sajangnim. Aku vacum untuk mengejar cita-citaku menjadi Aktor handal seperti Siwonnie hyung." jelas Kibum menahan air matanya. "Aku juga tidak akan ikut berpatisipasi di album Mr. Simple karna aku akan benar-benar vacum, bukan absen lagi." lanjut Kibum.
Seluruh member Super Junior pun beranjak memeluk Kibum dan Prince manager hanya bisa menatap artisnya dengan senyuman miris. "Kibummie.."
*****
Sinar cahaya blitz kamera mulai menyelimuti ruang presscon Super Show 5 Jakarta. Delapan pemuda tampan itu nampak memasuki ruangan itu dengan blazer warna hitam dan emas.
"Urineun.. Syupeo Junioe-YO!" Delapan pemuda itu menjulurkan telapak tangan kanan mereka menghadap kamera, kemudian mereka di persilakan duduk. Blitz kamera kembali memenuhi ruangan tersebut. Kemudian, seorang gadis tampak berdiri disamping panggung sambil membawa sebuah tablet.
"Super Junior, bagaimana perasaan kalian mengenai SuperShow Indonesia ini?"
"Aku merindukan Indonesia. Sangat. Terlebih lagi, Siwonnie sudah berulang kali mengatakan padaku agar kami segera bersiap untuk konser Indonesia. Kekekke.." jawab Eunhyuk menatap Siwon yang sedari tadi tersenyum.
"Eum, bagaimana dengan SuperShow tahun ini? Apa konsepnya?"
"SuperShow tahun ini, sangat menakjubkan. Baru kali ini, kami bisa menyelenggarakan konser tunggal di Amerika Latin. It's so amazing. Dan, tentang konsep.. Tahun ini berbeda. Karena kami sudah agak sedikit tua kkk kami memilih konsep yang lebih dewasa." sahut Siwon sambil melirik Kangin dan Kyuhyun.
"Ah, tetapi walaupun kami tua, kami tetap imut. Tenang saja." timpal Kangin dengan serius, namun ia hanya bercanda. Semua orang pun tertawa atas respon yang diberikan oleh Kangin.
"Dan, kali ini, Super Junior hanya hadir dengan delapan personil. Bagaimana tanggapan kalian?"
Shindong berdeham dan tersenyum simpul sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan. "Saya pribadi, kecewa dan sedih. Biasanya, Leeteuk hyung-lah yang mengatur kami. Namun kami juga sadar, jika hyung juga harus pergi walau hanya sementara. Heechul hyung yang masih berada di militer dan Yesung hyung yang baru saja masuk militer Mei kemarin. Tentang Kibum ... ia masih vacum dari Super Junior."
"Dan tentang salah satu member yang hengkang, kami berharap, ia segera kumpul bersama kami kembali. Ber-tigabelas." sambung Sungmin tersenyum semanis mungkin, dan berusaha menutupi kesedihannya.
"Ah, apa kalian sudah lost contact dengan Hangeng?"
Semua member SuJu terdiam! Apa? Apa yang harus mereka katakan? Eunhyuk tersenyum pada wartawan tersebut. "Ya, kami sudah lost contact dengannya. Walaupun begitu, kami masih sering melihatnya melalui media di China."
"Berita yang ku dengar, Kim Ki Bum juga akan hengkang?"
"Aniya! Kim Kibum adalah Super Junior member. Kami tetap ber-tigabelas. Kami yakin, setelah Super Junior pensiun, kami ber-tigabelas akan kembali lagi di sebuah panggung yang sama. Kami akan bersama. Kami percaya, jika kami akan kembali lagi. Kami berjanji dengan hal itu. Karena Super Junior, akan selalu tigabelas." Kyuhyun yang sedari tadi mengeluh sakit, akhirnya turut berbicara.
Semua member SuJu kembali terdiam, namun kali ini, sambil menatap sang maknae. Riuh tepuk tangan pun terdengar di ruangan bernuansa biru ini. Donghae sudah menangis di bahu Eunhyuk. Semua member SuJu pun beranjak memeluk Kyuhyun dengan erat.
Di sisi lain. Seorang pria tampan dengan rambut berwarna silver itu memandang haru pada layar laptopnya. Keluarga. Rindu. Pria itu menitikan air matanya, ia merindukan saat dimana ia tengah bermain bersama dua hyung-nya dan sepuluh dongsaeng-nya. "Aku berjanji, aku akan kembali pada kalian. Aku... Super Junior Hankyung."
END
Garing banget masa-____-"
Langganan:
Postingan (Atom)

